JARINGAN ISLAM NUSANTARA BONGKAR PELANGGARAN KPK

 

Presidium Jaringan Islam Nusantara Ahmad R
Jakarta - TFBI

sejak berlangsungnya penyelidikan yang dilakukan oleh Pansus Hak Angket KPK,Jaringan Islam Nusantara (JIN) menilai berbagai kesalahan bahkan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Lembaga Anti Rasuah itu satu persatu terbongkar dan terlihat kewalahan dengan hal tersebut.

 

Presidium JIN Wilayah Sulawesi Ahmad R kepada awak media, mengatakan“Kelihatannya mereka (KPK-red) mulai kebingungan menutupi kesalahannya,” ungkapnya, Senin (7/8).

 

 

Ditambahkan ahmad, hal itu terindikasi dari keterlibatan Ketua KPK Agus Rahardjo dalam proyek e KTP, keterlibatan penyidik dalam tukar guling kasus serta penyalahgunaan barang sitaan yang seharusnya di masukkan ke kas negara yang justru dijadikan sebagai milik pribadi.

 

masih kata ahmad “Bahkan kami mendapat informasi yang jauh lebih mengerikan ada seorang penyidik KPK pernah terlibat dalam kasus  Narkoba,” Jelasnya.

 

Artinya menurut Ahmad, bau busuk kejahatan KPK tidak bisa lagi ditutup-tutupi dengan adanya Pansus Hak Angket.

 

“Karenanya kami akan selalu mengawal dan memberikan dukungan kepada Pansus untuk bekerja secara maksimal sesuai dengan aturan yang berlaku,  meskipun sampai hari ini masih saja ada sebagian orang atau kelompok yang meragukan bahkan mencurigai Pansus bekerja untuk melindungi para koruptor dan melemahkan KPK,” tegasnya

 

Dia pun menegaskan bahwa kecurigaan dan tuduhan-tuduhan terhadap Pansus harus dijawab dengan kerja nyata, sehingga menjelaskan bahwa maksud Pansus adalah dalam rangaka memperbaiki KPK,  dalam rangka membongkar penumpang gelap di KPK,  dalam rangka meluruskan kinerja KPK,  dan itu semua bermuara pada satu  tujuan yakni memperkuat sistem dan lembaga pemberantasan korupsi.

 

Meski demikian, pihaknya juga heran dengan masih adanya sebagian orang yang menghalang-halangi penyelidikan yang dilakukan oleh Pansus Hak Angket. “Apalgi sekarang ada mantan Pimpinan KPK yang akan melakukan gugatan ke MK tentang keabsahan Pansus,” imbuhnya.

 

” Mestinya mantan-mantan pimpinan KPK mendorong KPK berani menghadapi Pansus dengan semangat keterbukaan. bukan malah sebaliknya ” ucap ahmad ( Anang)