KESAKSIAN MIKO SELAMA BERADA DI SAFE HOUSE KPK

 

Pengakuan Niko Panji Titayasa selama di safe House KPK

Jakarta – TFBI

Niko Panji Tirtayasa alias Miko,merupakan Saksi dalam kasus suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, mengaku tinggal di safe house atau rumah aman milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Depok, Jawa Barat, sejak Mei 2013 hingga Februari 2015.

 

Miko mengaku selama tinggal di sana diarahkan penyidik KPK Novel Baswedan untuk memberikan kesaksian palsu pada sejumlah kasus yakni kasus korupsi Akil Mochtar, Muchtar Effendy, Romi Herton, Budi Antoni Al Jufri, dan Yan Anton Ferdinand.

 

Miko juga mengaku bahwa beberapa kali membantu saksi lain untuk memberikan kesaksian palsu sebelum persidangan.

 

masuh menurut pengakuan Miko, sebelum persidangan dirinya diarahkan oleh Novel sebelum bersaksi. Ia mengaku bersama Novel menyusun sebuah kerangka kesaksian dalam bentuk tulisan yang akan disampaikan dalam sidang.

 

 

“Baru paginya pukul 05.00 WIB atau 05.30 WIB, kami sudah dijemput. Barulah nanti untuk memperdalam tulisan dari penyidik ini di kantor biro hukum (KPK),” ungkap Miko di Depok, Jawa Barat, Jumat (11/8/2017), Miko bersikeras menyebut rumah sekap karena dirinya dilarang bersosialisasi dengan warga sekitar selama di sana. Ia juga mengaku tak diperbolehkan menghubungi keluarganya.

 

“Kalau safe house kan saya boleh bersosialisasi dengan warga sekitar dan boleh menghubungi keluarga. Ini saya tidak boleh,” jelasnya .

 

Selain itu untuk urusan makan, Miko mengaku diberi jatah dengan diantarkan makanan setiap harinya. Sebab, ia dilarang membeli makan di luar.

 

“Kalau memang bener kata Febri (Juru Bicara KPK Febri Diansyah), saya bisa keluar saya beli makan keluar. tapi pada nyatanya dia tulis bon. Kalau uang kurang kembali, kalau lebih repot,” kata dia.

 

sementara itu Juru bicara KPK Febri Diansyah membantah atas keterangan Miko, Febri membantah telah menyekap Miko., ” KPK menerapkan pengamanan Miko di safe house sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku, ” tegas Febri.

 

Warga sekitar safe house juga menyatakan tidak ada tanda-tanda penyekapan selama rumah tersebut ditempati. Bahkan, saat rumah tersebut dihuni, selalu ada petugas kepolisian di dekat rumah tersebut. ( Anang)