PEMPROV JATIM SESALKAN SIKAP PEMKOT SURABAYA

 

Karo Humas Protokol Pemprov Jatim Benny Sampir Wanto

 

Surabaya – TFBI

seperti yang diberitakan oleh beberapa media massa, bahwa Pemerintah Kota Surabaya tidak mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk perwujudan duka cita atas meninggalnya mantan Gubernur Jatim, Basofi Sudirman, disesalkan Pemprov. Jatim, dan dinilai kurang etis.

 

“Kami prihatin tentang hal tersebut. Ibaratnya, saat ini kita ada hajatan. Tetapi dalam proses hajatan tadi, ayah kita meninggal. Harusnya khan hajatan dihentikan dulu, kita berduka dulu sebentar, kemudian hajatan dilakukan kembali,” ujar Karo Humas dan Protokol Pemprov. Jatim, Benny Sampir Wanto disela-sela mendampingi perjalanan dinas Gubernur Jatim di Rusia.

 

lanjut Benny,Pengibaran bendera setengah tiang itu, sekali lagi sebagai bentuk penghormatan kita kepada pimpinan yang berjasa bagi Jatim secara keseluruhan. Jatim tidak akan seperti saat ini, tanpa rangkaian kepemimpinan selama ini, dengan salah satunya dipimpin mantan Gubernur Basofi Sudirman.

 

masih menurut Benny, undang-undang pemerintahan daerah saat ini, UU 23/2014, berbeda dengan sebelumnya  UU 22/1999. Saat ini, hubungan antar pemerintahan hierarkis. Dengan demikian, pemkab/kota agar mentaati himbauan itu. “Apabila tidak, ya kita pikirkan untuk memberikan surat tegoran,” tegasnya.

 

Benny menambahkan, Gubernur  Jawa Timur adalah gubernurnya masyarakat seluruh Jawa Timur, bukan gubernurnya Pemprov  Jatim saja. Oleh karena itu, gubernur dipilih oleh rakyat se  Jawa Timur dan bertanggungjawab terhadap pemerintahan di provinsi ini,sehingga kabupaten/kota agar menyesuaikan kebijakannya dengan provinsi. “hal tersebut juga diingatkan beberapa kali oleh Bp. Mendagri,” ungkapnya.(Win)