SATGAS OTT PROVINSI BANTEN TANGKAP 67 TERSANGKA DAN 27 KASUS DALAM SETAHUN

Banten – TFBI
Propinsi Banten Tim Satgas Saber Pungli Propinsi Banten Banten telah mendata sebanyak  27 kasus dengan 64 orang tersangka pungutan liar (pungli) yang telah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) dalam kurun waktu setahun terakhir.serta tim satgas juga telah menerima 409 laporan.

hampir rata-rata pungli  ada di sektor pendidikan, perhubungan dan kepolisian. Dimana Provinsi Banten bersama Jawa Barat, Sumatera Utara, Riau, dan Jakarta termasuk daerah yang terbanyak laporan punglinya.

Menurut Ketua Tim Sosialisasi Satgas Saber Pungli Shadiq Pasadigoe kepada wartawan di Hotel Le Dian, Kota Serang, Banten, “Di propinsi Banten  terdapat 27 kasus dengan tersangkanya 67 orang yang tersebar di wilayah Pandeglang, Serang, Rabu (11/10/2017).
 
Propinsi Banten, adalah provinsi nomor urut ke 14 dilakukan sosialisasi Peraturan Presiden nomor 87 tentang Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar. Lewat sosialisasi ini diharapkan masyarakat untuk melapor terkait pungli.

Apalagi, lanjutnya, satgas ini terintegrasi dengan berbagai instansi seperti kepolisian, TNI, kejaksaan, ombudsman, BIN, dan kementerian terkait.

“Masih banyak masyarakat yang belum tahu, kita sepakat bagaimana pungli agar tidak terjadi lagi,” katanya.

Menurutnya, lewat sosialisasi ini juga masyarakat bisa melaporkan langsung pungli di masing-masing kota dan kabupaten di Banten. Satgas menyediakan halaman situs termasuk adanya Unit Pemberantasn Pungli (UPP) di daerah-daerah.

“Kalau ada sampaikan ke saber, kita akan sesuaikan dengan kapasitas yang diadukan. Yang penting keberanian kita untuk memberantas,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Banten Ranta Soeharta menambahkan beberapa penangkapan di Banten memang kebanyakan terkait sektor perizinan, catatan sipil dan dinas perhubungan. Lewat sosialisasi Perpres 87 tentang Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar, sosialisasi di tingkat kabupaten dan kota bisa sampai tingkat desa atau kelurahan.

“Sudah sering kita rapat (Saber Pungli), paling tidak kita preventif dulu. Ke depan akan kita tingkatkan kembali,” ujarnya.



Satgas Saber Pungli menyoroti soal imbas dinasti politik pada tradisi pungli di Banten. Penangkapan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah karena masalah hukum, menimbulkan pertanyaan terkait komitmen pimpinan daerah.

“Di Banten ini kan dinastinya ada. Nah dari mereka ini kan setelah mereka ketangkap kan suara keluar semuanya, mensyukuri lah,” kata Anggota Pokja Pencegahan Saber Pungli Kombes Pol Ricky F. Wakanno di lokasi yang sama.
Menurutnya, pimpinan yang tidak komitmen pada pengembangan daerahnya, kemudian menghasilkan istilah kerja yang disebut ‘asal bapak senang’. Setelah itu, pimpinan kemudian menempatkan orang-orang tidak kompeten pada jabatan-jabatan tertentu dan menimbulkan tradisi pungli di lingkungan staf.

“Akhirnya timbul permainan pungli itu,” katanya.

Ricky menambahkan, Banten termasuk salah satu daerah yang termasuk rawan pungutan liarnya. Termasuk dengan beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Medan bahkan Jakarta.

“Mendagri sudah ngomong, yang ketangkap kan keluarga, dan pasti dibawahnya ikut-ikut saja,” ujarnya.

Ricky memetakan beberapa sektor yang termasuk rawan di Banten adalah di pembuatan KIR, sektor pendidikan, sampai bahkan ke kepolisian seperti di samsat.(ahmad suryadi)