ANDALAN PETANI TEBU RAKYAT INDONESIA (APTRI) UNJUK RASA, PABRIK GULA (PG) SEWILAYAH KERJA PTPN X DI KEPUNG RIBUAN TRUK TEBU

Kediri – TFBI

Ribuan petani tebu dan pengusaha tebu Kediri raya yang tergabung dalam Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI)  melakukan aksi unjuk rasa dengan cara memarkirkan ribuan truk yang bermuatan tebu di tepi jalan.

 

Menurut Ketua APTRI wilayah kerja PG. Pesantren Baru kediri Suprayitno saat di mintai konfirmasi di lokasi pada hari kamis, (24/8/2017 )mengatakan, ” Show off force ini sebagai  aksi awal dari aksi yang lebih besar yang akan di lakukan di depan Istana Presiden dan Gedung DPR-RI  pada tanggal 28 agustus 2017 besuk. Semua petani tebu tidak diperhatikan nasipnya, sangat tertekan dengan adanya kebijakan pemerintah dengan adanya penerapan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% dan adanya kebijakan import gula padahal sekarang sedang masa giling ” ucapnya.

Presiden harus segera mencabut kebijakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% kepada petani tebu rakyat dan segera melakukan Moratorium Import gula.

 

Lebih lanjut Suprayitno menuturkan,” demo serentak nanti terpaksa dilakukan apabila hasil penyampaian aspirasi terkait penghapusan PPN 10%  terhadap gula rakyat tidak Segera dilaksanakan. Secara resmi memang PPN 10% itu sudah dicabut, namun secara defacto pemerintah belum melaksanakan, belum menerbitkan surat pencabutan itu,” tegasnya.

“Seharusnya pemerintah menghargai kerja keras petani tebu, karena kalau pemerintah masih membuka Kran gula import, maka harga gula petani kita akan jatuh dan petani menderta kerugian,” tuturnya.

 

Ditambahkannya, ” Para petani meminta kepada pemerintah agar menunjuk Bulog membeli gula petani dengan harga DO yang wajar yakni Rp. 10.000, per kg, sedangkan hari ini harga DO gula  Rp 9600 per kg, ” pungkasnya.

 

Aksi yang mulai jam 09.00 sampai jam 11.00 berlangsung aman dan lancar di bawah pengamanan Polresta Kediri.

 

Para pengunjuk rasa melakukan aksinya dengan memarkir truk bermuatan tebu di empat jalan utama menuju Pabrik gula,

Seperti APTRI wilayah PG. Pesantren Baru memarkir truknya disepanjang jalan raya Kresek, Jalan raya Tugurejo, jalan raya Plosoklaten yang totalnya 400 truk.

 

APTRI wilayah PG. Meritjan para sopir memarkir truk bermuatan tebu di sepanjang jalan Desa Jabon, Jalan Raya Semampir dekat lapangan Hellypad PT. Gudang garam dan jalur Banyakan yang total 300 truk.

 

Sedangkan APTRI PG. Ngadirejo yang total sekitar 400 armada truk tebu  memilih mogok memarkir kendaraanya di rumah masing masing.(Rds’08)