APA KATA MENTERI TENTANG TRAGEDI DI PT BANCA BUANA CAHAYA SUKSES DI KABUPATEN TANGERANG

Kab. Tangerang – TFBI
bertempat di komplek pergudangan 99 jln salembaran jati desa cengklong kec.kosambi kab.tangerang, minggu (29/10/2017) .menteri tenaga kerja Muhammad Hanif Dhakiri,S.Ag.M.si dan direktur utama BPJS Agus Susanto beserta kapolres tangerang kota kombes pol.Harry. mendatangi gudang sekaligus pabrik petasan yang terbakar,yang memakan korban meninggal 57 orang dan melukai 46 orang, untuk melihat langsung lokasi kejadian tersebut yang telah memakan korban banyak itu.

 

 

dalam keterangannya saat wawancara langsung dengan media, menteri mengucapkan turut belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang di tinggal, selanjutnya di katakan,ini akan di proses sampai selesai.

“karena setelah di tindaklanjuti, telah terjadi banyak penyimpangan dalam sistim  yang di jalankan oleh pihak perusahaan, ” tegasnya.

 

masih kata Hanif, penyimpangan yang dimaksudkan antara lain, tentang karyawan yang tidak terdaftar di dinas ketenaga kerjaan, dari data absensi karyawan yang berjumlah 103 orang di data perusahaan, yang terdaftar di dinas ketenaga kerjaan hanya 27 orang, dan ini sudah jelas pelanggaran, terkait asuransi jiwa yang terdaftar di disnaker,akan di berikan asuransi jiwa sebesar 160 jt per orang dan yang tidak terdaftar akan tetap kita lindungi,secara pertanggung jawaban hukum oleh pihak perusahaan,dan itu sudah kita pastikan.

 

” ada juga pekerja yang di bawah umur, dengan temuan inilah selanjutnya di proses secara hukum karena itu sudah jelas melanggar UU ketenaga kerjaan, ” ungkap Hanif, dan ketika di singgung tentang biaya pengobatan yang sedang di rawat di beberapa rumah sakit, menteri menjawab, “itu di tanggung oleh BPJS, walaupun semuanya masuk dalam data BPJS,karena yang terdaftar hanya 27 orang namun tetap itu di biayai oleh BPJS “.

 

selanjutnya usai wawancara,Hanif langsung menyambangi rumah salah seorang keluarga korban yang meninggal dan memberikan bantuan juga santunan berupa bantuan modal, setelah dari rumah korban meninggal rombongan melanjutkan kerumah sakit tempat para korban ledakan tersebut di rawat,untuk membesuk mereka yang terkena musibah. ( Sabar Manahan)