BENDERA MERTUA BERKIBAR,  DiDUGA ADD RAIB 1,3 MILYAR

Kantor Desa Pulo Panjang Dan Warga Sedang Rapat Mengenai Raibnya ADD  Tahun Anggara 2016.

Banten – TFBI.

Warga Pulo Panjang Kecamatan Pulo Ampel kabupaten Serang, mendatangi Polres Cilegon untuk melaporkan terkait dugaan pemalsuan tandatangan yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa Pulo Panjang,    Sukari.  Hal itu dikatakan oleh Ujang Rifa’I selaku kepala urusan keuangan atau bendahara desa kepada wartawan, Kamis (24/08)

Ujang menuturkan,” pencairan dana desa tersebut sudah dicairkan selama sembilan kali dalam setahun, dan proses pencairan melalui Cek Bank BJB, namun Ujang merasa baru tiga kali menandatangani pencairan dana desa tersebut, dan itupun hanya menandatangani cek kosong artinya tidak tau berapa besar dana yang dicairkan, “saya hanya menandatangani tiga kali di cek kosong,  besaran rupiahnya kami tidak tau sebab yang disodorkan hanya cek kosong, akan tetapi kenapa cek yang muncul sudah Sembilan kali mencairkan dana desa, berarti tanda tangaan saya yang enam dipalsukan, maka dari itu saya tidak terima dengan kejadian ini, kami meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pemalsuan dokumen ini.” Ujarnya

Ujang tidak sendirian, ujang dtemani oleh rombongan terdiri dari Ketua BPD, Ketua LPM dan beberapa masyaraat desa Pulo Panjang masing-masing punya masalah, yakin melaporkan sang kepala desa Sukari yang di duga menyelewengkan dana desa sebesar Rp. 1.334.563.134,00 ( satu milyar tiga ratus tiga puluh empat juta lima ratus enam puluh tiga ribu seratus tiga puluh empat rupiah ). Hal itu dikatakan oleh Abdul Hasan Ketua LPM yang didampingi oleh Ketua BPD Juanda.

dari kejadian tersebut, diduga Kades sukari telah menyelewengkan anggaran desa tahun 2016, lebih dari satu milyar, ” kami menuntut agar penegak hukum dapat menangkap kepala desa yang tidak amanah. Kami menekankan, kepada aparat hukum agar kasus ini jangan dibiarkan berlarut-larut, sebab masyarakat desa Pulo Panjang sudah pada resah.” cetus Abdul Hasan

Ditambahkan Abdul Hasan, ” berdasarkan hasil audit Inspektorat pemkab Serang terkait anggaran dana desa tahun 2016 ditemukan indikasi kerugian keuangan Negara mencapai Rp1,3 miliar dari total kucuran anaggaran dana desa sebesar Rp.2,4 miliar. Hasan menemukan fakta, bahwa Kades menggunakan anggaran desa untuk kegiatan yang terealisasi, bekerja sama langsung dengan perusahaan milik mertuanya yaitu CV Sinar Abadi. Tentunya, hal itu sudah jelas bertentangan dengan aturan perundang-undangan No. 6 tahun 2014 tentang Desa, pasal 26 ayat (4),  Permendagri No.   113 tahun 2014 tentang Keuangan Desa dan Peraturan Bupati Serang nomor 51 tahun 2015,”ungkapnya.

Sementara Sukari Kades Pulo panjang saat dkonfirmasi via telepon, tidak ada jawaban hingga berita ini diturunkan.

Hal itu membuat geram LSM Aliansi Masyarakat Banten Bersatu (AMBB) Provinsi Banten ketika diwawancarai Wartawan TFBI,  Oom Komarudin angkat bicara, “ kami akan terus mengawal proses kasus ini hingga tuntas, bukti berupa data dan pernyataan dari beberapa perangkat desa sudah jelas, kenapa hal ini masih saja tidak ada pemanggilan kepada oknum kepala desa yang diduga telah meraibkan uang Negara sebesar Rp.1,3 Milyar. Untuk itu, Selaku Ketum AMBB  bersama lembaga lainnya yang ada di Banten akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk terus memonitoring dan mengawal kasus ini hingga ke meja hijau.” pungkasnya (binsar).