BERKAS AKTE LAHIR DIKEMBALIKAN DISDUK CAPIL KAB. BOGOR KE DESA PASIR JAYA

Berkas akte lahir di kembalikan Disduk Capil Ke desa Pasir jaya

Bogor – TFBI

masyarakat indonesia harus mempunyai legalitas resmi dari negara.diantara salah satunya akte lahir untuk keabsahan legalitas keluarga,seperti halnya didesa pasir jaya kecamatan Cigombong kabupaten bogor jawa barat belum lama ini ada program pemerintah pembuatan akte kelahiran masal,pemohon mencapai 772 orang,program ini gratis namun pihak desa hanya meminta kepada pemohon pengajuan akte lahir Rp100 ribu,dengan rincian Rp50 ribu untuk administrasi dan Rp50 ribu lagi untuk biaya transport.

 

Pengelola program akte lahir dikelola oleh masing-masing koordinator mulai dari kader,RW dan RT.fom formulir yang telah bermaterai disediakan oleh masing-masing kordinator .

Ironisnya telah di temukan Materai palsu beredar khususnya didesa pasir jaya kecamatan Cigombong  kabupaten bogor, ” Disduk capil kabupaten bogor mengembalikan semua berkas,saya rasa hanya kekurangan dalam pengisian data saja,dan saya benar-benar tidak tahu kalau formulir tersebut bermaterai palsu,saya sudah menyerahkan semuanya kepada masing-masing kordinator saja ” ucap kades pasir jaya GINA. Agustus 2017.

 

Pengajuan akte lahir masyarakat harus menyertakan fotokopy KTP suami istri,kartu keluarga,surat nikah dan mengisi formulir 4 berkas kosong bermaterai yang harus diisi pemohon yang sudah disiapkan oleh Sumarsono sebagai pelayanan akte lahir.sambil memberikan keterangan kepada awak media tabloid forum bhayangkara indonesia.

” kami baru sanggup melayani pembuatan akte lahir 400 kk,sisanya besok akan kami kerjakan,masalah materai palsu kami tidak tahu biarlah pihak kepolisian yang menyidiknya ” ucapnya.

 

Alasan pihak desa mereka hanya menyediakan berkas berupa formulir pendaftaran,STPJM,SPAI dan SPJA.sedangkan untuk meterai pemohon membeli masing-masing kilah ketua RW 03 Siti Aisyah yang kerap dipanggil Jois.

 

Berkas pengajuan akte kelahiran oleh dinas capil khususnya desa pasir jaya seluruh pemohonnya dikembalikan karena masih ada kesalahan dalam mengisi biodatanya,namun sangat disayangkan dengan tidak kehati-hatian pengurus desa menempelkan materai palsu,lalu siapa oknum didalamnya bila pihak desa tidak mau dipersalahkan,apakah unsur pengiritan atau memang unsur disengaja,hal ini masih dalam penyidikan kepolisian.(Agus Munandar/Roy)