CV. ADHI DJOJO TIDAK MEMBERIKAN UPAH DAN INGKAR JANJI PADA PEKERJANYA SESUAI KESEPAKATAN BERSAMA

Darmaji 2 dari kiri, ” Saya tidak di bayar selama dua bulan oleh Adhi Djojo kunjang Kediri”

Kediri – TFBI

Melanjutkan pemberitaan sebelumnya tentang ” Tambang galian C yang di kelola CV. Adhi Djojo di Parelor Kunjang Kediri Meresahkan Masyarakat”.

Pada pemberitaan edisi ini akan kita kuak lebih mendalam lagi tentang Dugaan pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan oleh manageman CV. Adhi Djojo.

 

Perlu dijelaskan lagi, bahwa usaha tambang galian C yang sedang dilaksanakan oleh CV. Adhi Djojo di lokasi kantong lahar gunung Kelud seluas 20.34 Ha di Desa Parelor Kecamatan Kunjang Kediri terus menimbulkan polemik dan terindikasi  melakukan perbuatan yang melawan hukum.

Radin Suryadarma, ” Saya merasa di permainkanoleh CV Adhi Djojo Kunjang Kediri”.

Sebagai contoh yang lagi ramai jadi sorotan dan diperbincangkan adalah tidak di bayarnya upah pada orang-orang yang diajak untuk bekerja di lokasi galian tersebut.

Salah satu pekerja yang tidak mendapatkan upah sesuai kesepakatan awalnya adalah Radin Suryadarma (44) warga Desa Ngampel Kecamatan Papar Kediri. Menurut Radin Suryadarma  dalam keluh kesahnya yang disampaikan via telp ke TFBI, minggu ( 8/10/2017) mengatakan, bahwa dulu saya diajak oleh Sdr. Kusen (M. Kuseini) yang menjabat sebagai Wakil Direktur dan diketahui juga oleh Yanto (mantan Kepala Desa Juwet Kunjang Kediri) untuk ikut membantu kelancaran pekerjaan.

” Dalam kesepakatan awal tersebut saya akan diberi upah sebesar 100.000,- (seratus ribu rupiah) per hari, kalau bekerja sebulan selama sekitar 30 hari harusnya saya akan di bayar 3.000.000,- , tetapi dalam pelaksanaannya hanya di beri upah 1.000.000,- saja selama sebulan, cara seperti ini kan namanya tidak benar, “tambahnya.

Lain halnya dengan yang dialami Darmaji (55) warga Dusun Ngrompol Desa  Ngebrak Kecamatan Gampengrejo Kediri. Saat awak media TFBI mendatangi rumahnya nampak Darmaji sedang menderita sakit Struk (darah tinggi) terbaring lemas dikamarnya. Darmaji sempat menceritakan dengan kondisi sulit untuk bicara, bahwa selama sekitar dua bulan saya tidak di bayar sama sekali oleh pihak Manageman CV. Adhi Djojo, dulu saat masih sehat saya sering meminta hak saya ke Kantor di daerah Gudo Jombang, tapi selalu di lempar kesana kemari, katanya mau segera diusahakan secepatnya dan selalu di beri janji janji manis,  “tambahnya”.

 

Masih menurut Darmaji, saya itu sudah lama kenal sama Manageman CV. Adhi Djojo tapi kok ya tega pada saya, sampai tidak di kasih upah sama sekali selama bekerja dua bulan.

Anak saya empat masih kecil2 dan masih butuh biaya untuk sekolah.  Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari saya dan istri hanya mengandalkan  jualan warung sayur dirumah. Saat ditanya siapa dulu yang ngajak bekerja di galian, dia menjawab sambil terbata bata, yang ngajak saya adalah Bowo, Kusen, Tris, Robert dan “Ismiarso”, bosnya sendiri. Saya kenal sama orang2 itu saat menggali di wilayah Tarokan, kediri .

Ditempat terpisah saat team TFBI berusaha hubungi Muhammad Khabibi (bibit) Direktur CV. Adhi Djojo, minggu (8/10/2017)  untuk meminta konfirmasi mengenai hal tersebut melalui WA nya tidak mau menjawab, begitu juga saat menghubungi Bowo yang menjadi salah satu Pimpinan  di CV.Adhi Djojo mengatakan, “Posisi saya saja kepepet dan saya saja bingung  ngurusi saya sendiri” ujarnya (Bersambung). (Rs’08)