DI KONFIRMASI TERKAIT DUGAAN PUNGLI,KEPALA SEKOLAH SMAN 1 BULULAWANG GERTAK WARTAWAN DENGAN ANCAMAN AKAN DILAPORKAN KE ADIKNYA YANG BERTUGAS DI MABES

Kab. Malang – TFBI
Berdasarkan penjelasan pegawai SMAN 1 Bululawang bagian recepsionis, bahwa kepala sekolah  mempersilahkan untuk ditemui namun harus konfirmasi terlebih dahulu,dan akhirnya kepala sekolah Dra Lilik Wahyuni bersedia menemui awak media TFBI (26/9/2017).

anehnya dalam wawancara Lilik wahyuni melarang merekam pembicaraan dengan alasan ia punya hak jawab, sehingga sikap Kepala sekolah tersebut bertentangan dengan UU pers no 40 thn 1999, Pasal 18 ayat 1 yang dijelaskan : bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan perbuatan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan kemerdekaan pers dalam mencari, memperoleh dan menyampaikan gagasan dan informasi, terkena sanksi ancaman pidana penjara paling lama2 tahun atau denda maksimal 500.000.000, – (lima ratus juta rupiah).

saat di tanya terkait pungutan biaya daftar ulang,Lilik wahyuni menjelaskan, ” bagi murid yang tidak mampu membayar daftar ulang sebesar 850.000. Di bebaskan dengan membuat surat pernyataan tidak mampu bayar, sedangkan murid yang mampu membayar tetap di wajibkan bayar rp 850.000 “.

masih menurut Lilik wahyuni, bagi murid yang mampu bayar daftar ulang itu tujuannya membantu murid yang tidak mampu / pembiayaan Silang. Mengenai bayar bulanan /atau Iuran komite Lilik wahyuni menuturkan 75.000.- itu untuk iuran komite sedang 75 untuk kegiatan murid dan lain lain. Dalam kontek mekanisme pengangkatan ketua Komite diangkat oleh dewan sekolah SMAN 1 bululawang.

saat awak media bertanya terkait yang memilih komite bukan dari wali murid, Lilik menjawab karena ketua komite Suhalno pendiri sekolah ini dan sangat berkeinginan memajukan SMAN 1 ini.

Dalam wawancara dengan awak media Lilik wahyuni menyebutkan adiknya jadi inteljen dinas di Mabes Polri posisi di BAIS berpangkat AKBP EDY MINTARSO pendidikan AKPOL Thn 1975 tuturnya.

namun ironisnya Lilik meminta presscard wartawan TFBI ,selanjutnya untuk di print copy (25/9/2017) untuk dilaporkan kepada adiknya.

Spontan saja tindakan Kepala sekolah yang berusaha menakut -nakuti wartawan yang sedang bertugas,menimbulkan tanda tanya,kenapa lilik sebegitu takutnya sampai melontarkan ucapan seperti, sehingga atas kejadian tersebut, awak media berencana akan melaporkan masalah ini kepada dinas pendidikan kab. Malang. (Rz)