DIDUGA PIHAK PT ASINDO LALAI DALAM KEAMANAN KERJA,SEHINGGA TANGAN KANAN SEORANG KARYAWANNYA TERPUTUS

Kab. malang   TFBI

nasib sial menimpa salah seorang karyawan PT Asindo yang bernama Hadi Utomo,Gara-gara bekerja tidak memakai kelengkapan alat pelindung diri serta pengaman mesin / sefty keselamatan kerja akhirnya memakan korban ,

hadi utomo merupakan karyawan bagian mesin, saat ditemui awak media TFBI,dirinya menceritakan kronologis kecelakaan yang menimpa dirinya waktu itu, ” kejadiaanya tgl 1 agustus 2017,saat itu tangan kanan saya terlindas mesin pembuat asbes, dan tangan kanan tertinggal di mesin itu seketika itu mesin langsung di matikan dan saya langsung di bawa ke Rumah Sakit Ben Mari kendalpayak kab.malang untuk menjalani perawatan ,” ditambahkannya , ” saya dirawat mulai tgl 1 sampai tgl 5 /8  rawat inap, guna pengobatan lebih lanjut di te ruskan rawat jalan, biaya perawatan semua  baik rawat inap / rawat jalan biaya sepenuhnya ditanggung oleh PT ASINDO, ” ungkap hadi utomo yang harus rela kehilangan tangannya .

Awak media berusaha menemui personalia / staffnya PT ASINDO untuk dimintai klarifikasi terkait kecelakaan yang menimpa karyawannya termasuk tentang keamanan kerja yang harus di penuhi oleh pihak PT, akan tetapi sampai berita ini di turunkan pihak managemen selalu menghindar, dan terkesan di tutup-tutupi kejadian kecelakaan ,padahal dampak dari kecelakaan tersebut hak-hak seorang karyawan harus di penuhi perusahaan.

secara terpisah disnaker kab. Malang TOTOK selaku kabid Hubinsyaker menegaskan ada 3 hak karyawan yang harus di penuhi pasca kecelakaan antara lain  :

1. Biaya pengobatan rawat inap ataupun jalan di tanggung penuh peusahaan.

2. STMB ( santunan tidak mampu bekerja)  gaji tetap di berikan selama tidak bekeja.

3. Santunan cacat tetap yaitu di tabel undang undang tenaga kerja x 80 % upah.

Masih menurut totok, untuk membina para pengusaha dan penegasan serta bidang pengawas penegakan di disnaker pemprov  pungkas totok. Di  saat kejadian sela waktu tidak lama disnaker dan komisi B widodo mengatakan ke awak media TFBI, ” kami sudah melakukan pembinaan perusahaan jika ada perusahaan yang nakal kami akan ingatkan dan tindak.

Diselang waktu ada karyawan PT ADINDO yang di dekati awak media  yang berinisial Sa menuturkan, ” selama bekerja di perusahaan mulai alat pelindung diri saya beli sendiri / di potong gaji mas , seharusnya perusahaan yang menyediakan mas,” keluh Sa.

” Sebelum kecelakaan ini terjadi, sering mas ada kecelakaan seperti ini, bahkan ada kakinya terputus ya gara gara mesin tidak ada sefty sehingga memakan korban karyawan ,kalau hal ini tidak ada perhatian dari perusahaan maka akan terjadi lagi kecelakaan, ” ungkap Sa

Dari pantauan Awak media TFBI terlihat dengan jelas sudah menyalahi aturan undang-undang tenaga kerja, nampak sekali bendera keselamatan kerja di perusahaan tersebut memang tidak ada , sering sekali terjadi kecelakaan yang di karenakan tidak memperhatikan keselamatan kerja. ( RZ)