DIOPERASI POLRES KEDIRI, GALIAN C ILEGAL PINDAH KE WILAYAH POLRES BATU

Kediri – TFBI.

Maraknya galian ilegal di wilayah hukum kabupaten kediri sudah sangat mengkwatirkan, Jika tidak segera di lakukan penertipan maka dapat di pastikan akan merusak lingkungan dan sangat membahayakan keselamatan warga di kediri. Hal itu terjadi karena para penambang ilegal tidak memperhatikan Analisa Dampak Lingkungannya (Amdal) maka dapat dipastikan akan merusak lingkungan.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi maka pihak pemangku kekuasaan melakukan tindakan tegas dengan operasi dan memproses hukum kepada para pelakunya.

Terakhir sekitar 3 bulan yang lalu kegiatan penambangan galian C ilegal di Sungai Konto Desa Siman Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri di razia oleh tim gabungan Satreskrim Polres Kediri dan tim Satpol PP Kabupaten Kediri.

Dalam operasi tersebut petugas mengamankan 2 orang pekerja berikut peralatan kerjanya seperti 8 buah diesel, 13 linggis, 5 buah Palu Besar dan 2 unit sepeda motor, dan 2 Truck yang digunakan untuk mengangkut hasil galian.

Namun hingga saat ini, masih belum ada keterangan soal alasan dan tindak lanjut penangkapan 2 orang pekerja galian yang berbuntut penyitaan sejumlah peralatan kerja dan 2 truck di lokasi penambangan pasir.

Belakangan ini awak media mendapatkan keterangan dari Kanit Pidsus Polres Kediri Iptu Igo Fajar Akbar, jika kasusnya telah dilimpahkan ke Polres Batu, karena TKP nya masuk wilayah Batu.

“Namun dalam hasil gelar perkara ternyata wilayah tersebut ikut masuk wilayah Batu. Kasus itu sudah kita serahkan ke Polres Batu beserta barang bukti yang disita kemarin,” terangnya kepada awak media, Minggu (17/9/2017)

Hasil penelusuran media ini, kegiatan penambangan galian C ilegal di wilayah Kabupaten Kediri terlihat terhenti, meskipun beberapa hari yang lalu warga Dusun Ringin Gong Desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten Kediri, sempat mendatangi lokasi galian C milik PT Adi Kusuma Jaya Mandiri.

Warga menuntut penghentian aktifitas galian C yang dilakukan oleh PT Adi Kusuma Jaya Mandiri, sebelum ada kejelasan.

Alasannya, jika terjadi sesuatu dengan area galian C, warga masyarakat sekitar yang menaggung bebannya.

Hasil penulusuran media ini, para penggiat tambang galian C rame-rame menyerbu area yang masuk wilayah hukum Polres Batu, tepatnya di wilayah Kasembon. Kini media ini masih terus menggali informasi, soal pengalihan aktifitas ilegalnya ke wilayah tersebut. (Rds’08)