KADES MAT TASAR TERINTIMIDASI DALAM PENGELOLAHAN DANA DESA

Jambi – TFBI

Mat Tasar kades Desa Tutung Bungkuk Kecamatan Siulak kabupaten kerinci provinsi Jambi merasa mendapat tekanan dari Anggota BPD dalam hal pencairan Dana Desa (DD) pada tahun 2017 sekarang ini.

 

Anggota BPD yang berjumlah 7 orang itu seakan memaksa kades untuk membayar uang kepada mereka sebesar rp 5 juta, untuk satu orang anggota BPD diluar dari pembayaran Honor mereka, dan itu pun harus di bayar di muka, atau sebelum Dana Desa itu di Cairkan dan hal ini mereka sampaikan  dengan nada yang agak mengancam,jika keinginan mereka tidak dipenuhi maka mereka tidak mau menanda tangani laporan seperti APBDes dan RAPJMDes yang merupakan syarat mutlak yang harus diselesaikan agar dapat melakukan pencairan Dana Desa untuk tahap pertama.

 

Menurut Kades Mat Tasar menjelaskan,” bahwa ke 7 Anggota BPD itu sebenarnya  telah Habis masa jabatanya,dan sudah ada penggantinya yang telah di pilih melalui tim penjaringan hanya saja para pengganti mereka sampai saat ini belum menerima SK atau belum di lantik,maka oleh sebab itu anggota BPD yang lama masih mempunyai fungsi,akan tetapi jika pihak pemerintah tegas menanggapi hal ini maka bisa saja sebelum pencairan BPD yang telah terpilih secepatnya di SK kan,” ungkap Kades ketika di temui oleh wartawan media ini beberapa waktu yang lalu.

 

Mat Tasar melanjutkan, saya telah meminta pengarahan dari Camat Siulak SUTARMAN,SE mengenai masalah BPD yang seharusnya sudah Nonaktif namun beliau (sutarman)malah menyuruh saya untuk berkoordinasi langsung dengan pihak Pemdes,dan sayapun telah melakukannya,namun secara pribadi saya sangat kecewa dengan hasil koordinasi kami yang berupa arahan dari Kabid Pemdes(Adrian)yang menyarankan agar  saya menuruti permintaan dari anggota BPD kepada saya selaku kades agar masalah pencairan dana pada tahap pertama tidak terhambat sehingga dengan demikian masyarakat tidak dirugikan dalam ini ,Ungkap Mat Tasar menjelaskan apa yang disampaikan Kabid Pemdes kepadanya  dengan perasaan kesal dan raut wajah yang menggambarkan rasa kecewa.

 

Menurut penuturan kades,dirinya telah menanyakan kepada kabid Adrian jika ia menuruti permintaan anggota BPD itu dari mana uang tersebut ia peroleh,karena tidak mungkin ia menggunakan uang pribadinya,dan jika di ambil dari Dana Desa bagai mana cara membuat SPJ nya ,lalu kabid pemdes mengatakan “pandai-pandai pak kades lah ” jelas Mat Tasar saat di komfirmasi .

 

Dari kejadian ini patut di duga telah terjadi konspirasi antara anggota BPD dan Kabid Pemdes,karena tidak seharusnya seorang kabid pemdes menyarakan hal seperti itu,seharus Kabid Pemdes,karena jawaban yg di berikan oleh kabid pemdes memberikan saran atau petunjuk sesuai dengan PP atau UU yang berlaku,karena dikhawatirkan dengan saran yang di sampaikan kabid pemdes itu “Diduga dapat terindikasi akan terjadi penyelewengan Dana oleh kades sebagai upayanya

 

Untuk mencari jalan keluar dari masalah yang sedang di hadapinya saat ini,karena secara logika tidak mungkin kades akan membayar uang yang di minta oleh anggota BPD dengan uang pribadinya,lantas dari mana uang itu diambilnya.(Domi)