KANTOR DPRD KOTA KEDIRI DI GERUDUK RATUSAN TUKANG BECAK TRADISIONAL

Kediri – TFBI

Merasa pendapatannya berkurang bahkan sering tidak mendapat penghasil sama sekali karena kehadiran Ojek Online para tukang becak tradisional di Kota Kediri mendatangi kantor DPRD pada hari selasa, 19/9/2017 jam 09.00.

Para tukang becak tersebut berkumpul tanpa di komando dan tidak ada korlapnya, mereka tau kalau ada demo di gedung DPRD hanya dari mulut kemulut, makin siang jumlahnya makin bertambah banyak sehingga pihak Kepolisian Resort Kota Kediri Kebingunan dan kalang kabut sehingga harus mendatangkan pasukan Dalmas sebanyak dua truk.

Saat pihak Kepolisian menanyakan kepada para tukang becak dilokasi kumpulnya di halaman masjid Baiturrahmah Kediri “Siapa penanggung jawab dan korlapnya, dijawab ” Ini spontanitas pak” kata para tukang becak serempak.

Perlu di ketahui, bahwa baru saja beroperasi empat bulan , Ojek Online “Gojek” dikediri jumlahnya sudah mencapai lebih dari 800 orang dan beroperasi full di Kediri raya.

“Menurut Nasir (56) Warga Bandar Mlati yang biasa mangkal di Bandar Ngalim mengatakan, ” Dulu sebelum ada Gojek pendapatan saya bisa sampai lima puluh ribu sehari dengan ngangkut 4 kali penumpang, tetapi semenjak ada Gojek hampir bisa dikatakan tidak dapat penumpang, karena setiap penumpang turun dari Bus langsung di angkut oleh Gojek, terus keluarga saya makan apa, permintaan para tukang becak hanya satu yakni pelarangan Gojek beroperasi di kediri “tambahnya”.

Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan perwakilan dari para tukang becak diterima dewan untuk berunding.
Sampai berita ini diturunkan perundingan masih berjalan alot dan belum selesai. (Rds’08)