KIRAP GUNUNGAN HASIL BUMI “SYUROAN” DI DESA TAROKAN KEDIRI BERLANGSUNG SANGAT MERIAH

Kepala Desa Tarokan Supadi, SE dan istri, beserta para perangkatnya

Kediri – TFBI

Dengan disaksikan oleh ribuan pasang mata, acara kirap gunungan hasil bumi yang di selenggarakan oleh Pemerintah Desa Tarokan Kecamatan Tarokan Kediri pada hari rabu, 11/10/2017 berlangsung sangat meriah.

 

Kirap gunungan  hasil bumi ini di selenggarakan untuk merayakan tahun baru 1 muharam 1439 H (1 asyuro) dan wujud syukur pada Allah SWT karena telah melimpahnya rejeki dan limpahan hasil bumi di Desa Tarokan Kediri.

Kades Supadi, SE dan istrinya ikut arak-arakan gunungan hasil bumi

Acara yang mulai start dari balai Desa Tarokan mengambil rute mengelilingi Desa dibuka langsung oleh Kepala Desa Supadi. SE dan  Istrinya “Yatirah” yang keduanya memakai pakaian adat jawa lengkap.

 

Tampak hadir di sebelah Kepala Desa, Kapolsek dan jajaran Muspika Kecamatan Tarokan serta barisan para perangkat desa yang juga memakai pakaian adat jawa.

 

Dalam pidato sambutannya Supadi. SE mengatakan, “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Tarokan yang selama ini telah bergotong royong dan bahu membangun desa bersama sama, hasil pembangunan ini sekarang dapat kita rasakan dan nikmati.

 

Tak lupa saya sebagai Kepala Desa Mengucapkan Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1439 H, semoga Allah SWT selalu melimpahkan Rahmad,Taufik serta hidayahnya pada kita semua.

Acara pembukaan kirab hasil bumi oleh Kades Supadi,SE

Pada sambutan terakhirnya, Kepala Desa juga mengajak kepada semua warga Tarokan untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Balai desa  dengan dalang Ki Purbo Asmoro dari Jawa Tengah.

 

Di tempat terpisah Suradi yang juga perangkat Desa setempat mengatakan, bahwa acara Grebek Gunungan hasil bumi Syuran ini diadakan sangat meriah dan  mempunyai arti tersendiri pada masyarakat, karena kegiatan ini selain untuk mempererat persaudaraan juga untuk acara bersih desa yang tujuannya memohon keselamatan dan terhindar dari balaq.

 

Dan saya sebagai masyarakat minta agar kegiatan ini di masukkan dalam kalender tahunan. (Rs’08)