KONTRAKTOR GUNAKAN OKNUM PREMAN BERDASI UNTUK AMANKAN PROYEK

Bangka Tengah – TFBI
Proyek pekerjaan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pembangunan Dinding Penahan Sungai Benteng (Kecamatan Pangkalan Baru) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Nilai Kontrak ” Rp. 2.305.499.000,00. dikerjakan oleh perusahaan yang berbadan hukum” CV. BANGKA AQUILARIA MANDIRI. Pekerjaan tersebut, dari Dinas Satuan Polisi Pamong Praja ( Sat Pol PP) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).

“Nampak terlihat Papan proyek yang kondisinya sudah rusak, padahal pekerjaan itu belum selesai. Bahkan di papan proyek itu, tidak tercantum tulisan nama jumlah Volume pekerjaan dan tidak juga tercantum Sumber Dana dari mana, yang di gunakan oleh Dinas Satpol PP Kabupaten Bangka Tengah dalam hal pekerjaan proyek tersebut.

Yang mengejutkan, Dilapangan ditemukan dua orang Oknum Preman Berdasi saat ditemui oleh Wartawan TFBI, saat berada di lokasi proyek. Ketika di tanya siapa nama kontraktor yang mengerjakan proyek itu, Salah satunya menjawab orang Desa Dul dan tidak mau menyebutkan nama sebenarnya kontraktor, seolah-olah untuk di sembunyikan namanya. Ketika wartawan TFBI bertanya lagi kepada kedua oknum tersebut, kok ada di sini, dia menjawab ” Kami di lokasi Proyek ini untuk mengawasi pekerjaan ini. Kalau di lapangan proyek ini, penanggung jawab Bang Darma Sing (itu panggilan nama sehari-hari) ” kata teman yang satunya kepada Wartawan TFBI.

Dari kasat mata Wartawan TFBI menilai, ada apa dengan proyek itu.
Sehingga harus di kawal dan diamankan oleh dua orang Oknum Preman Berdasi.

Kalangan masyarakat disekitar proyek tersebut dan meminta tidak ditulis namanya menyebut ” Kalau dilihat pekerjaan itu tidak bakal lama dan kita heran pekerjaan itu, kok bisa Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), bukannya dari Dinas Pekerjaan Umum yang melaksanakan pekerjaan seperti itu. ” Itu kan pekerjaan fisik yang seharusnya dari Dinas PU. Apa lagi di Dinas Satpol PP kan tidak ada orang lulusan Sarjana Teknis (ST) dan yang ada hanya di Dinas PU,apa pun alasannya itu, tidak nyambung, “ungkap masyarakat yang tidak mau menyebutkan namanya.

Sama Anam, Mn, Saat di konfirmasi Wartawan TFBI pekan lalu, di Dinas Satpol PP dalam ruangan kerjanya. Mengenai Dinas Satpol PP bisa mengerjakan proyek fisik, Saman Anam menjelaskan,” Apa bedanya dengan Dinas Pendidikan yang bisa melakukan kegiatan proyek pembangunan gedung sekolah, sedangkan spesialnya di bidang apa ?, ” ditambahkannya, ” Kalau mau dikembalikan kesana. Dinas Pendidikan itu Foksinya untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa, kok bisa rehab bangunan dan bisa membangun, itu yang pertama. Yang kedua kenapa proyek itu ada di Satpol PP, itu sebenarnya perahlian atau perubahan SKPK kemarin,Jadi awalnya di BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah).
Terkait pelaksana teknisnya, memang persyaratan dari BPBD oleh karena itu PPK nya di ambil dari Dinas PU,” jelas Sama Anam. Mn selaku  PPTK.

Saat ditanya mengenai di Papan proyek tidak ada tulisan jumlah Volume pekerjaan dan juga tidak ada keterangan sumber dana dari mana asalnya. Dan juga terkait mengenai ada dua orang oknum preman berdasi di proyek tersebut, PPTK menjawab tidak tau  keberadaan dua orang oknum preman berdasi di lokasi proyek itu. Yang kita tau proyek itu dikerjakan sama CV. BANGKA AQUILARIA MANDIRI dan secara teknisnya kenapa tidak tercantum panjang volume dan sumber dananya itu tanya sama PPK nya. ” Sekali lagi saya tidak tau secara teknis lebih dalam, ” ungkap PPTK lagi.

“Namun sangat di sesalkan, Kasat Satpol PP, Drs. Irwan, Senin (31/07/2017) Saat mau di konfirmasi Wartawan TFBI, tidak mau ditemui dan selalu menghindar. (Suryadi L)