Mandul  Penyelidikan Kasus CIBAMA, Ada Bunga Melati

Banten – TFBI

Walau mahligai rumah tangga  bergelimpangan harta, bila tidak memiliki garis keturunan (anak, red), harta hanyalah isapan jempol belaka, berbagai upaya dilakukan untuk menghadirkan si buah hati dengan cara melakukan terapi, konsultasi ke ahli kandungan hingga ke dukun anak. Namun, upaya sia-sia sebab dokter ahli kandung memvonis salah satu   diantara pasangan dinyatakan Mandul (tidak dapat memberi keturunan), maka kebahagian dengan harta yang bergelimpangan mejadi tak berarti tanpa keturunan.

Mandul bagi kaum koruptor bukan hal yang mengangetkan. Ketika masyarakat melaporkan dugaan hasil kejahatan yang dilakukan koruptor kepada Penegak Hukum, belum tentu langsung ditindaklanjuti. Sebab pelaku koruptor dengan kemampuan finansialnya, melakukan apa saja.  Dengan cara melobi aparat dari pangkat terendah hingga pangkat tertinggi dengan cara melalui orang terdekat, memberi life service, bisa saja gratifikasi dan lain sebagainya itu dilakukan oleh oknum pelaku korupsi dengan tujuan untuk menutupi kebobrokan atas kebijakan penyelenggaran uang Negara. Sehingga kasus penyimpangan uang Negara yang dilaporkan oleh masyarakat tersebut tersendat dan  seketika bisa saja  di Mandul kan (tidak melahirkan apa-apa / tidak terungkap).

Ilustrasi di atas mengurai Benang Merah dugaan Penyimpangan Uang Negara pada Bendung Karet Cibama,  Gelagat itu tercermin saat awak media TFBI, beradu argumentasi seputar permasalahan Bendung Karet Cibama dengan Direksi Penyelenggara Kepala Satuan Kerja (Kasatker) SNVT PJPA BBWSC3 Banten Sartono, ST.  di salah satu tempat yang dirahasiakan beberapa waktu lalu.

Sartono mengakui bahwa tidak ada yang fiktif pada kegiatan di proyek bendung karet  Cibama,” anggaran kami kembalikan ke Kas Negara.”  kata Sartono. Namun Sartono tidak memperlihatkan bukti-bukti pengembalian anggaran ke kas negara itu. Seraya Sartono menanyakan kepada awak media dan  mempertanyakan Permasalahan Bendung Karet Cibama dilaporkan ke oknum siapa di Polda Banten, apa sama Pak Bagio atau Dir  ?” Tanya Tono.

Dari pertanyaan tersebut di jawab oleh awak media, ” bukan  terus terang kita menyerahkan laporan kepada salah satu aparat di Polda Banten , ” terang awak media Tabloid Forum Bhayangkara Indonesia (TFBI).

Atas pernyataan tersebut,  Sartono menimpali bahwa dirinya  telah ketemu dengan Dir .” saya bilang bahwa proyek ini punya  saya, dan  ini tidak ada masalah.” tutur Sartono ST.” Dan untuk itu, Sartono memohon laporan atas dugaan korupsi proyek bendung karet Cibama untuk di cabut,”.

” Maaf Pak Tono, karena permasalahan ini sudah berada di ranah hukum yaitu pihak Polda Banten. Jadi, saya tidak bisa mencabut laporan secara sepihak. Silakan,  Pak Sartono menghadap   ke aparat Polda yang menangani permasalahan karena semua itu wewenang pihak penegak hukum,”  cetus wartawan TFBI.

Alhasil, setelah jedah ± 4 hari dari pertemuan, bukan ada hasil yang tercapai, malah blunder seiring  mencuatnya isu bahwa Permasalahan Bendung Karet Cibama sudah dicabut.

Sementara yang menyerahkan permasalahan Bendung Karet Cibama kepada petugas  di Polda Banten adalah  awak media TFBI, dan tidak merasa ataupun belum sama sekali mencabut laporan terkait Dugaan Penyimpangan Uang Negara atas Proyek Bendung Karet Cibama.

Untuk menyakinkan benar atau tidaknya isu tersebut, awak media TFBI  mencoba melayangkan konfirmasi kepada petugas Polda Banten yang menangani permasalahan Bendung Karet Cibama via Short Massage Short (SMS, red) dengan materi  pertanyaan dilontarkan terkait mencuatnya isu bahwa Permasalahan Bendung Karet Cibama,pertanyaannya apakah benar sudah di cabut atau tidak ditindaklanjuti sebanyak 3 (tiga) kali SmS dilayangkan,namun SMS tersebut tidak ada jawaban ataupun balasan yang diterima.

Bendung Karet Cibama memang benar-benar memilik daya magnet yang kuat,   bagai Putri bergaun pengantin dihiasi bunga Melati. Sudah barang mata terbelalak melihat tubuh Bendung Karet Cibama mengeluarkan aroma Bunga Melati. Sehingga tetap saja wangi, walaupun di sekitar tubuh Bendung Karet Cibama ada aroma tidak sedap atas pengelolaan uang negara yang digelontorkan pemerintah pusat mencapai puluhan milyar rupiah tersebut, tapi bila mengacu kepada analisa dan menyimak pengakuan yang dilontarkan Kasatker PJPA BBWSC-3, Sartono ST kepada awak TFBI mengatakan, ” tampaknya   mengarah kepada kebenaran bahwa Bendung Karet Cibama dikelilingi Bunga Melati. Sehingga bau tidak sedap atas adanya dugaan penyimpangan uang Negara tidak bakalan  tercium ataupun terungkap, ” ungkapnya.

Cukup ironis, strategi Sang Aktor mempermainkan papan catur,  licin bagai belut moa, sulit tersentuh hukum, Walaupun Permasalahan Cibama  blunder di ranah Polda Banten. Langkah Bidak tidak akan pernah mundur. Dengan langkah pasti, bidak akan melangkah berdasarkan  hasil temuan di lapangan dan data pendukung. Seperti  tampak pada foto hasil pekerjaan Proyek Cibama yang terindikasi  ada keserakahan. Salah satu bukti fakta intregritas, yangmana diduga kuat telah terjadi   penyimpangan terhadap pengelolaan belanja biaya kontruksi Bendung Karet Cibama hingga mencapai puluhan milyar rupiah dari tahun ke tahun, (bersambung) . (binsar)