MASYARAKAT PETANI DESA KAMPUNG BARU MENDESAK DINAS DSPMD SEGERA MENUNTASKAN KONFLIK BAGI LAHAN

Kab. Kubu Raya – TFBI

Masyarakat tani bersama-sama Pemerintah desa kampung baru mendesak Dinas DSPMD mnta segera melakukan mediasi kepada petani desa kampung baru dan juga desa ambawang kecamatan kubu.

 

” masyarakat petani dan kepala desa kampung baru telah menyampaikan surat permohonan resmi kepada DSPMD hak kepemilikan  atas tanah mereka pada tanggal 28 september 2017, Dan permohonan permendagri No. 45 thn 2016, namun sampai saat ini tidak ada tanggapan dari  PT. MAR,” keluh salah seorang warga berinisial AM.

 

terkesan PT MAR mengabaikan hak kepemilikan masyarakat petani, menurut penjelasan Rian martin kepala Desa kampung baru kepada media TFBI, mengatakan,” mengingat dan menimbang di lokasi tersebut ada dana bagi hasil masyarakat tani perkebunan kelapa sawit yang sudah mengendap beberapa tahun dan belum juga di carikan oleh pihak perusahaan dan Koperasi, Sementara itu pihak masyarakat tani serta pemerintah desa kampung baru dan desa ambawang telah mengajukan pencairan dana bagi hasil kepada perusahaan PT. MAR dan Hak kepemilikan  awal tanah tersebut kepada masyarakat tani desa kampung baru “.Ucapnya.

 

Masih Menurut Rian martin, masyarakat tani dan pemerintah desa kampung baru sudah melayangkan surat secara resmi pada pihak perusahaan PT. MAR supaya tidak mencairkan dana bagi hasil tersebut untuk saat ini dan agar di pending dulu sebelum permasalahan hak kepemilikan tanah mereka (masyarakat tani) diakui dengan jelas legalitas oleh pemerintah desa kampung baru.

 

 

Lebih lanjut Rian martin   berperdapat, sangat di sayangkan sekali bahwa pihak perusahaan tidak merespon isi dari surat yang di sampaikan pemerintah desa kampung baru soal dana bagi hasil tersebut dan telah di salurkan pada pihak Koperasi.

 

” saat ini kami atas nama masyarakat petani desa kampung baru beserta pemerintah desa mengusulkan agar pencairan dana bagi hasil kepada Koperasi untuk di pending, dan untuk itu juga kami mengharapkan kepada PEMDA KKR ( Kabupaten kubu raya) agar supaya  dapat segera mungkin mengambil sikap yang tegas serta kebijakan terhadap permasalahan ini,” harap masyarakat tani dan pemerintah desa kampung baru.(Syaparudin Delvin)