OKNUM TU SMPN 1 CANDI BAKAL DI POLISIKAN KARENA TELAH MENGHINA WARTAWAN

Oknum TU SMPN 1 Candi – Sidoarjo

Sidoarjo – TFBI

Oknum TU SMPN 1 Candi Larangan Sidoarjo mendapat kecaman dari berbagai lembaga maupun wartawan sampai dengan munculnya pemberitaan berbagai media cetak dan online ,pasalnya oknum tersebut telah melecehkan dan menuding dua orang wartawan yang sedang melakukan konfirmasi pemberitaan.

Akar permasalahannya berawal dari pengurusan surat keterangan kehilangan ijasah yang dialami oleh salah satu alumni siswa SMPN 1 Candi, yang juga putra seorang camat di wilayah Sidoarjo sudah menjadi viral di media.

 

Saat itu wartawan mendapati perihal lambat dan sulitnya proses kehilangan ijasah, namun Wartawan yang datang untuk  konfirmasi malah mendapatkan perkataan yang sangat mengejutkan. Bumbunan Tamba oknum TU SMPN 1 Candi, mengatakan surat laporan kehilangan yang dikeluarkan Polsek Buduran dikatakan tidak sesuai nama yang kehilangan, data tidak sinkron,kan anaknya(ybs)sudah dewasa,kenapa tidak mengurus sendiri,ujar oknum TU SMPN 1 tersebut.

 

” Kami berdua, bahkan rekan-rekan wartawan lain juga merasa kecewa kalau mengalami hal seperti itu. Untuk itu kami  akan tetap memroses atas sikap pelecehan dan tudingan yang kami alami,Kami tidak terima dan biar ada sangsi tegas agar tidak terjadi lagi oknum ASN arogan terhadap wartawan yang melakukan tugasnya. Kita sudah melangkah bahkan saya sudah koordinasi dengan pihak kepolisian kalau memang ada unsur pidananya, kami akan laporkan ke polisi” Ujar salah seorang Wartawan bernama Lutfi

 

Ditambahkannya ” Dan saat ini kami masih melangkah bersama rekan wartawan yang lain dan lembaga rekan-rekan yang merasa seprofesi agar yang bersangkutan mendapat sangsi administrasi, baik itu berupa penundaan jabatan, maupun mutasi itu yang utama kami inginkan tetap akan kami upayakan itu, “pungkasnya yang juga dibenarkan oleh rekannya Tama,Minggu (20/8).

 

Tata Usaha bernama Bumbunan Tamba, wanita kelahiran Tapanuli Utara1965 tersebut dengan arogan mengatakan, ’’kurang kerjaan wartawan datang kemari,dan berkata sampeyan yang sering datang kemari,’’ iniloh bawa-bawa wartawan, la teman saya lo orang Batak banyak yang wartawan, tidak apa saya dimasukan koran biar terkenal saya.

Perkataan oknum TU tersebut ,mencermunkan bukan sikap seorang Aparatur Sipil Negara apalagi didunia pendidikan, amat sangat tidak mencerminkan dunia pedidikan kalau seperti itu.

 

Sementara dr.Wiyono anggota DPRD Sidoarjo dari Komisi D yang membidangi  kesejahteraan rakyat ,meliputi agama, pendidikan, kesehatan dan keluarga berencana mengatakan, ’’seharusnya kalau terkait informasi ke masyarakat ya harus dijelaskan dengan betul,dan tidak seperti itu ucapannya. Tiap pegawai negeri ada BP3 dan itu diisi tiap tahun, untuk TU adalah tanggung jawab kepala sekolah untuk menegur. Kalau masyarakat itu kita sudah punya koridor-koridor hukum kalau tidak puas ya laporkan ke Polisi.Saya selaku anggota dewan itun rekan kerja,mitra kerja SKPD, kita menampung aspirasi nanti kita lanjuti ke SKPD (Dinas) yang bersangkutan,” tegasnya . ( Win)