PENAMBANG PASIR NAKAL DI GEREBEK OLEH POLRES BOJONEGORO

 

Bojonegoro – TFBI

Polres Bojonegoro menggerebek sejumlah kegiatan yang ada disungai bengawan solo, lantaran melakukan kegiatan penambangan pasir yang menggunakan mesin di aliran sungai itu, Dusun jaji Desa Cengungklung Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro.

 

Awalnya Polres Bojonegoro mendapat laporan dari masyarakat setempat, tentang adanya kegiatan tambang pasir menggunakan mesin mekanik , Sabtu (12/8/2017)

 

Setelah ditindaklanjuti dan dilakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP), hingga dilakukan penggerebekan terhadap pelaku penambang pasir ilegal. “Setelah kita cek ternyata benar ada aktivitas penambangan ilegal dengan menggunakan mesin disel,” ungkapnya.

 

Dari hasil penggerebekan tersebut, AKP Saba’in SH, telah mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk menambang pasir. Diantaranya dump truck dengan nomor polisi K 1525 RH, satu unit mesin disel, satu buah scop, dan satu buah selang spiral. “Pelaku masih buron, serta barang bukti langsung kami bawa ke Mapolres Bojonegoro untuk menjadi barang bukti ” tuturnya.

 

Penertiban terhadap penambang pasir menggunakan alat mekanik tersebut sesuai dengan Undang-undang Minerba. Dimana pelaku diancam dengan hukuman maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

 

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro SH. Msi.Menuturkan, pihak penegak hukum mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas penambangan pasir yang menggunakan mesin penyedot, karena akan merusak eko sistem terutama abrasi dan longsor, jelas membahayakan lingkungan.

 

“Jika ditemukan lagi penambang pasir yang menggunakan mesen penyedot di aliran Sungai Bengawan solo, yang masuk wilayah hukum Polres Bojonegoro pihaknya tidak segan untuk melakukan satu tindakkan,” tegasnya

 

Secara Terpisah salah satu pemerhati Lingkungan yang ada diKabupaten Bojonegoro , Komari saat dikonfirmasi melalui telepon terkait dengan kondisi tambang pasir ilegal di Kabupaten Bojonegoro  mengatakan, pihaknya mendukung tindakan tegas kepolisian terhadap para penambang pasir ilegal yang menggunakan mesin mekanik.

 

Hal itu perlu dilakukan karena selain berpotensi merusak lingkungan, juga dapat menimbulkan kerawanan terjadinya bencana alam. Selain itu, penambangan pasir ilegal juga menjadi salah satu penyebab utama rusaknya jalan desa di beberapa Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro ,karena sering dilewati dump truk dengan muatan pasir yang melebihi tonase.

 

“Polisi sebagai aparat penegak hukum sudah sesuai untuk memberikan tindakan tegas, terhadap penambang yang menggunakan mesin penyedot . Selain itu Pemerintah Kabupaten melalui Satuan Polisi Pamong Praja juga harus segera mengambil tindakan tegas,” imbuh Komari.(Tris)