POLDA KUMPULKAN ALAT BUKTI,DUGAAN MANIPULASI PROYEK CIBAMA

Tampak Kondisi Bendung Karet Cibama Amburadol 

 Banten – TFBI

Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Baku Bendung Karet Cibama yang di komandoi oleh Kasatker PJPA dan PPK PJPA BBWSC3 Banten menjadi perhatian publik.

Sebab proyek miliaran rupiah yang diduga bermasalah itu, bedara ditangan pihak penegak hukum. Polda Banten masih terus menyelidiki dan mencari bukti-bukti dugaan korupsi pada proyek Pembangunan sarana dan prasarana air baku Bendung Karet Cibama pada BBWSC3 Banten.

Menanggapi hal di atas, saat wartawan TFBI konfirmasi Sekretaris Hukum Dan HAM Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Propinsi Banten Ahmad. S ,Ahmad mengatakan  bahwa untuk melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi, jajaran penegak hukum itu tidak semudah seperti membalik tangan atau seperti menangkap seorang maling ayam, perlu proses yang agak panjang, mengumpulkan alat bukti yang jelas dan didukung   data-data yang lengkap disimpulkan pula oleh saksi ahli, ”kita tunggu lah, proses penyelidikan yang dilakukan jajaran Polda Banten, apalagi berdasarkan informasi yang kita dapat bahwa, pihak Polda Banten masih mengumpulkan alat bukti terkait hal di atas,” ditambahkannya ” kita mengawal boleh-boleh saja, tapi jangan mengganggu penyelidikan aparat penegak hukum, karena para penegak hukum sekarang ini tidak bisa gegabah untuk menentukan seorang menjadi tersangka ”,lebih lanjut di katakan Ahmad, ” tetapi kita juga berharap setiap laporan dari masyarakat mengenai kasus dugaan korupsi, jajaran penegak hukum harus transparansi agar tidak ada kecurigaan masyarakat ataupun si pelapor terharap penegak hukum yang ada di republik ini. Masyarakat sah-sah saja melaporkan dugaan korupsi kepada penegak hukum mulai dari Mapolsek, bila kasus laporan yang kita sampaikan ke Mapolsek tidak mendapat kejelasan dari Mapolsek, maka masyarakat atau si pelapor dapat melaporkan ke Mapolres, kan ada aturan-aturannya,” jelas Ahmad.S ,Rabu (2/8).

Ahmad S lebih jauh menjelaskan, “ seandainya laporan kita di Mapolres tidak di tangani atau tidak ditindak lanjuti maka, kita laporkan kembali ke tingkat yang agak tinggi yaitu tingkat Polda, karena Polda lebih luas cakupannya yaitu yang mempunyai wilayah propinsi ini,” apabila Mapolda Banten juga tidak menanggapi atau tidak jelas proses hukumnya, laporkan kembali ke tinggkat yang lebih tinggi lagi, yaitu Mabes Polri,” kalau Mabes Polri juga tidak memuaskan sang pelapor, ya laporkan saja ke Tuhan,” berarti hanya Tuhan lah yang dapat mengadili dugaan kejahatan korupsi di republik ini,” tegas Ahmad.

Ahmad S memaparkan,   Proyek Pembangunan Sarana dan Prasana Air Baku Bendung Karet Cibama yang berlokasi di Kabupaten Pandeglang Banten  mendapat sorotan tajam dari kalangan pers. Materinya cukup membelalakan mata, hal   itu tersirat  dari hasil observasi yang dilakukan oleh tim Investigasi di lapangan, yangmana  menemukan kondisi sarana prasana disekitar Bendung Karet Cibama cukup memprihatinkan. Padahal di  Bendung Karet Cibama baru selesai dilaksanakan  kegiatan Pembangunan melalui sumber dana APBN Tahun Anggaran 2016. Dari hasil investigasi itu kita dapat menyimpulkan  indikasi marak     penyimpangan. Yang mengakibatkan hasil akhir pelaksanaan kegiatan yang dibiaya APBN T.A. 2016,    layak untuk dipertanyakan ?  Seperti halnya bahwa  Bendung karet Cibama sampai saat ini tidak berfungsi. dan ada indikasi item pekerjaan yang telah ditetapkan di dalam dokumen kontrak tidak dikerjakan. Dan   permukaan tanah disekitar Bendung Karet  masih dalam kondisi acak-acakan alias tidak dilakukannya  perapian lokasi kerja. Pintu air bagi sadap, ditutup menggunakan  triplek, pagar BRC,  pemasangan bronjong kawat tampak asal pasang. Material Batu Bronjong terkesan  tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, Rumah Jaga. Ironisnya lagi dibagian konstruksi tangga jembatan ditemukan fisik kontruksi sudah retak.

Jadi, wajar saja rekan awak media mepertanyakan ataupun mengkonfirmasikannya…? Jika,  Penyelenggara, pimpro dalam hal ini Kasatker PJPA BBWSC3 tidak mau menjawab surat konfirmasi tertulis, “ ada apa ? “  Seharusnya Kasatker PJPA tersebut harus tranparan donk, kan APBN itu uang rakyat, bukan uang pribadi, paparnya. Karena apa, dari analisa melalui hasil investegasi rekan pers ada dugaan Proyek Pembangunan Prasarana Bendung Karet Cibama sarat unsur manipulasi yang mengakibatkan adanya penyimpangan Uang Negara hingga mencapai puluhan miliaran rupiah. Dampaknya masyarakat sekitar dan pasokan air ke irigasi areal pertanian disepanjang alur sungai Cibama yang dilalui tidak dapat terairi secara optimal. Sudah berangtentu bila sawah pertanian kekurangan air, maka akan mengakibat gagal panen. Sementara anggaran yang direalisasikanya pemerintah pusat untuk membangun Bendung Karet Cibama bertujuan mewujudkan program swasembada pangan dengan  cara irigasi pertanian disepenjang alur sungai cibama dapat terairi dengan baik sehingga masa tanam hingga dalam tempo 3 bulan sudah dapat dipanen bahkan diharapkan dengan berfungsinya irigasi pertanian masyarakat petani dapat memanen pada 3 kali dalam setahun sehingga meningkatkan produksi padi. Namun apa yang diprogramkan pemerintah pusat berbanding terbalik walaupun puluhan milliar  anggaran yang telah dikucurkan tetapi Bendung Karet Cibama menyimpan  banyak permasalahan. Untuk itu,  pihak penegak hukum Polda Banten, Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Banten, agar segera turun tangan melakukan penyelidikan  terhadap proyek Pembangunan Sarana Prasarana Bendung Karet Cibama, tegas Ahmad S (BIN).