PROPAM POLDA BANTEN TAHAN PELAKU PEMUKULAN WARTAWAN

Klarifikasi Kapolresta Serang AKBP Komarudin dengan Media terkait insiden pemukulan Wartawan
Banten – TFBI
Adanya intruksi Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo meminta Kapolresta Serang agar secepatnya menuntaskan persoalan kasus pemukulan dan penganiayaan terhadap salah satu wartawan Banten Pos,yang bernama Panji.
Menyikapi hal di atas, Kapolresta Serang, AKBP Komarudin bersama jajaran dan didampingi Propam Polda Banten telah melakukan langkah persuasif bersilaturahmi ke Kantor Redaksi Banten POS, yang diterima langsung Pimpinan Redaksi Banten Pos, Adam dan staff redaksi serta korban.
Dalam kesempatan itu, AKBP Komarudin selaku pimpinan Mapolresta Serang menyampaikan, “  mohon maaf atas insiden yang menimpa Wartawan Banten Pos bernama Panji, Tujuan daripada silaturahmi  adalah untuk menuntaskan permasalahan agar  tidak berlarut-larut, Agar kasus tersebut terang benderang, kami didampingi Propam Polda Banten dapat menjelaskan sejauh apa penanganan terhadap Anggota yang telah menayalahi protap yang telah ditentukan “.
” kepada Pimpinan Redaksi Banten Pos. Dan tidak luput, buat teman-teman profesi wartawan yang ada di Banten kami dari Mapolresta Serang kiranya dibukakan pintu maaf, ” ungkap Kapolresta kepada Tabloid Forum Bhayangkara Indonesia, Minggu (22/10).
Lebih lanjut, Kapolresta Serang, AKBP. Komarudin menerangkan Tetap, biar bagaimanapun juga anggota tetap bersalah dan tidak bisa dibenarkan. Atas kejadian tersebut, anggota sudah di tahan di Propam Polda Banten. Jadi kami harus menunggu pelimpahan berkas hasil pemeriksaan dari Propam Polda Banten baru saya dapat bertindak,”kata Kapolresta Serang
 
Ketika wartawan menanyakan sangsi terhadap pelaku jikalau terbukti bersalah,Kapolresta Serang menjelaskan bahwa yang pasti ada sangsi yang akan di terima oleh oknum yang bersalah,dimana sangsi itu ada beberapa macam sangsi yaitu  sangsi administrasi,sangsi tidak boleh mengikuti pendidikan selama dua tahun,sangsi penundaan kenaikan pangkat dan sangsi penundaan kenaikan gaji,”kalau dia bujangan memang tidak kerasa,tetapi jikalau sudah berkeluarga yang pasti kerasa banget,yang pasti istrinya ngomel-omel,kenapa yang lain gajinya segitu kok kita segini, serta ada satu lagi bahwa ada sangsi terberat yaitu kalau di bahasa kita itu tempat khusus kalau di umum itu di sel yaitu 7 Hari,14 Hari serta 21 Hari ”nah jikalau terjadi penahanan sampai 21 hari itu berpengaruh pada karier dan kepangkatan,”jelas kapolresta
 
inilah dinamika di lapangan siapapun bisa jadi korban. Dan perlu rekan-rekan ketahui, bahwa aksi unjuk rasa (unras, red) Mahasiswa tanpa surat izin pemberitahuan ke pihak Kepolisian.” Kita sudah himbau,agar Mahasiswa untuk membubarkan diri. Namun,Mahasiswa tetap  berorasi dan menyampaikan aspirasi di Depan Kampus UIN, Penyampaian Aspirasi Mahasiswa  di depan Kampus UIN tersebut sah-sah saja,   yang penting tidak mengganggu ketertiban umum, Tetapi, unras mahasiswa sudah mengarah kepada pemblokiran jalan dan membakar ban bekas,Maka dari itu, pihak pengamanan langsung mengambil tindakan dengan melakukan pembubaran secara paksa berdasarkan pasal 511.  “ Saat itu, terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan anggota Dalmas Polresta Serang, dalam situasi dorong mendorong itu, Panji berada diantara mahasiswa dengan anggota Dalmas Polresta Serang,” Terang  AKBP Komarudin.
“Keberadaan Panji di posisi yang kurang tepat,sebab,aksi mahasiswa itu tidak menpunyai ijin,maka dari itulah anggota Dalmas yang melakukan pengamanan segera melakukan pembubaran,terlihat para mahasiswa UIN yang melakukan aksi sudah mengganggu ketertiban umum dengan cara memblokir jalan,”Panji saat itu berada di tengah kerumunan mahasiswa,dimana anggota sedang mendorong mahsiswa agar tidak melebar ke jalan dan memblokir jalan,ketuka Panji berusaha untuk lari dari kerumunan dan di dorong oleh Mahasiswa yang aksi kea rah depan,”ya namanya anggota melihat ada yang maju,dikira akan menyerang anggota,secara reflek anggota mengantipasi dan menangkap Panji,”kata AKBP Komarudin.
“Panji mengeluarkan tanda pengenal setelah terjadi pemukulan,” biasanya tanda pengenalnya teman-teman media itu tergantung di leher,”dikarenakan tidak terlihat tanda pengenalnya,anggota mencurigai Panji sebagai seorang provokator aksi,akhirnya anggota mengamankan Panji  dan terjadi pemukulan,”jelas Kapolresta Serang.
Disinggung terkait aksi demo mahasiswa yang tidak mempunyai  surat pemberitahuan ke pihak Kepolisian dan kenapa tidak langsung dicegah..Kapolresta Serang AKBP Komarudin mengatakan bahwa itu sah-sah saja,selagi itu tidak mengganggu ketertiban umum
 
AKBP Komarudin juga menerangkan bahwa kasus pemukulan yang telah di laporkan oleh Panji ini,sudah masuk keranah penyidikan dan tidak mungkin bisa untuk berdamai,” Kasus-kasus pidana  bila sudah masuk ke ranah penyidikan, tidak ada kata damai. Pasalnya, sistim penyidikan sudah menggunakan elektronik, kalau sudah di ketike dan dikasih nomor penyidikan langsung  termonitor  ke Mabes Polri. “kecuali permasalahan belum dilaporkan, mungkin masih dapat dikomunikasikan secara kekeluargaan “.kata Kapolresta Serang
Ditambahlan lagi Oleh AKBP Komarudin,”Saya pribadi perlu mendapat masukan dari rekan-rekan pers,Sangat disayangkan, inilah rawannya aksi tanpa surat pemberitahuan Kalau sudah turun ke jalan dan mengganggu ketertiban umum bisa fatal, apalagi disaat demo mahasiswa akan melakukan pembakaran ban bekas. , jika tidak dibubarkan secara paksa maka masyarakat akan menilai dan menyalahkan Kepolisian nampaknya  ada pembiaran yang dilakukan oleh Pihak Pengamanan Kepolisian  dan pihak kepolisian di complain
 
Dalam peristiwa  ini juga Kapolresta Serang AKBP Komarudin akan melakukan pembenahan internal di tubuh Mapolresta Serang,””Yang jelas saya akan lakukan pembenahan internal di tubuh Mapolresta Serang. Apalagi kita ini sedang menggalakkan program prioritas Bapak Kapolri, yakni Management Media, management media itu artinya memberdayakan media untuk membantu tugas-tugas Kepolisian. Apakah itu bentuk organisasi, himbauan maupun statement. Ini kan era digitalisasi, siapa yang bisa bantu, tentunya teman-teman Media,” tegas AKBP Komarudin Kapolresta Serang pada Tabloid Forum Bhayangkara Indonesia.(Ahmad Suryadi/Binsar)