PROYEK TANGGA ESKALATOR DI DUGA SARAT KKN

BangkaTengah, TFBI
Proyek pengadaan tangga Eskalator  pada tahun anggaran 2014 silam dengan pagu anggaran miliyaran rupiah bertepat di pasar modern Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Proyek pengadaan tersebut, di nilai mubajir dan menghamburkan uang rakyat.

Hasil Informasi yang di dapatkan oleh Wartawan Tabloid Forum Bhayangkara Imdonesia (TFBI) dilapangan, ditemukan Bahwa proyek tersebut, dari mulai di pasang hanya beberapa kali di gunakan, itu sekedar uji coba. Setelah itu tidak pernah lagi digunakan atau dimanfaatkan oleh warga Kecamatan Koba yg berbelanja di pasar modern koba, Dengan alasan beban listrik mahal.

Salah satu warga yang tidak mau ditulis namanya, mengatakan, ” Proyek ini, benar-benar mubazir dan kami selaku masyarakat  tidak pernah merasakan tangga Eskalator ” ditambahkannya, ” Coba bapak Wartawan lihat sendiri kondisi tangga Eskalator yang sekarang ini, kondisinya tidak terawat lagi, Ini jelas sudah merugikan uang negara atau uang kami. Dan kami  nilai ini akal-akalan mencari keuntungan dari proyek tersebut ” jelasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bangka Tengah H. Hassan Basri, SH, ST saat mau di konfirmasi tidak ada di tempat. Menurut stafnya, bapak lagi dinas luar pak, Senin (31/07/2017).
Setelah itu Wartawan TFBI mencoba menemui Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum H. Ibrahim, ST untuk menanyakan mengenai pengadaan proyek tangga Eskalator pasar modern Kecamatan Koba, menjelaskan” Di awal tahun 2016 proyek tersebut, udah di serahkan sama Dinas Disperindak Kabupaten Bangka Tengah dan untuk selanjutnya bukan kita yang bertanggung jawab. Kita (DPU) hanya sebatas pelaksanaan proyek tersebut ” Ditanya, mengenai kenapa tangga Eskalator tidak pernah berfungsi, menurut Ibrahim, ” Itu jalan terus, sebelum pasar modern terkena bencana banjir besar. Sekarang tidak jalan karena udah rusak akibat banjir tahun lalu dan untuk perawatan kembali, kita tidak ada dananya “.  Dan disinggung mengenai ada dugaan bahwa tangga Eskalator tersebut, beli barang bekas alias barang Scan” H. Ibrahim menjawab kembali, ” Itu tidak mungkin dan tidak benar, Coba tanya langsung dengan dinas bersangkutan, yaitu Disperindak “, ungkap H. Ibrahim, ST.

Sewaktu mau di konfirmasikan oleh media TFBI ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka Tengah, menurut stafnya” Bapak tidak ada ditempat dan masih diluar kota”.

masyarakat berharap Pihak aparat penegak hukum Tipikor, bisa melakukan penyelidikan terhadap proyek tersebut.(Suryadi)