PT. ASTRA CREDIT COMPANY (ACC) KEDIRI DIGERUDUK DAN DIKEPUNG PULUHAN ANGGOTA LPK-RI

Kediri -TFBI.

Sebagai tindak lanjut dari keluhan serta laporan dari masyarakat yang merasa di rugikan, Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK-RI) Kediri mendatangi dan berorasi di depan kantor pembiayaan (Leasing) ACC Kediri jam 10.00 hari kamis (14/9/2017).

Dengan mendapat pengawalan yang ketat dari kepolisian Resort Kediri Kota, mereka berorasi protes pada managemen ACC yang sewenang-wenang pada nasabah.
Akibat adanya aksi tersebut, arus lalu lintas di jalan Letjen S. Parman yang menghubungkan Tulungagung Kediri sempat mengalami kemacetan sebentar. Berkat kesiap-siagaan dari Polresta Kediri, arus lalu lintas tetap jalan meski ada perlambatan karena buka tutup arus jalan.

Dalam orasinya yang sampaikan oleh Korlap LPK-RI Arwin yang juga sebagai Kepala Bidang Pembiayaan dan Perbankan mengatakan, “bahwa pihak ACC banyak merugikan konsumen, nasabah mau bayar angsuran di tolak, mau bayar tunggakan susah, dan yang sangat memberatkan adanya biaya buka blokir 10jt sampai 15jt”. Managemen ACC juga menggunakan tenaga Preman jalanan untuk mengeksekusi kendaraan nasabah yang terlambat membayar.

Melihat suasana mulai memanas maka pihak managemen ACC mau menerima perwakilan dari pengunjuk rasa.
LPK-RI di wakili oleh Erwin sedangkan Managemen ACC diwakili oleh Ayub sebagai Kepala colektor.

Saat keluar dari kantor ACC Erwin menuturkan pada awak media bahwa perundingan mengalami jalan buntu dan pihak ACC mempersilahkan LPK-RI untuk menempuh jalur hukum .

Di tempat yang sama Lilis (41) warga dsn. Sukorejo Wates Blitar yang juga menjadi nasabah ACC sedang berdebat dengan Luluk staf bagian BPKB karena merasa dipersulit saat hendak ambil BPKB mobil Pick Up jenis Grandmax.
Menurut penuturan lilis, dia belum punya KTP elektronik sehingga ditolak saat mau ngambil BPKB nya padahal pada saat akad kredit dia pakai KTP yang sama, dengan disaksikan oleh banyak masyarakat dan nasabah ACC serta aparat kepolisian, dia berdebat dengan staf bagian BPKB.

Aksi orasi berakhir jam 11.30 dengan aman tanpa ada tindakan melawan hukum. (Rds’08)