PUNGUTAN DSP DI SMAN 01 CIJERUK DI ANGGAP WAJAR

 

Bogor – TFBI

Sesuai informasi yang beredar bahwa , SMAN 01 CIJERUK Desa Cijeruk  Kecamatan Cijeruk  Kabupaten Bogor Jawa Barat banyak sekali pungutan-pungutan yang didalangi pihak sekolah,ironisnya hal tersebut telah dianggap sesuatu yang wajar,dengan statusnya sekolah negeri yang secara otomatis dijamin oleh pemerintah,keleluasaan pihak sekolah untuk meminta sumbangan anggaran sekolah kepada orang tua murid beralibi untuk membantu beberapa anak yatim yang sekolah ditempat ini.

 

Wakasek Kesiswaan Sudrajat Spdi tanpa aling-aling mengatakan, ” program sekolah saya selalu arahkan kepada komite Dadi Abduloh Spd,untuk memprogram anggaran dan itu sudah disepakati orang tua murid,DSP Rp 1,2juta,SPP Rp 200ribu/siswa,seragam sekolah Rp 400 ribu,,saya sendiri yang langsung dampingi komite” ucapnya (8/8/2017).

 

Masih kata Sudrajat,siswa keseluruhan 631 siswa,10% siswa yatim,guru honor 23,guru PNS 9 guru.Dana Bos selalu mengeluh tidak cukup,sehingga DSP dialokasikan untuk membayar guru honor 24jam per guru honor,perjamnya Rp40 rb,bimble selalu menjadi budaya dan siswa diminta menyiapkan uang upah untuk guru bimble,namun hal ini komite selalu menjadi ujung tombak(bamper)terdepan untuk menghindari campur tangan sekolah.

Ektra kulikuler,atau kegiatan lain disekolah berasumsi untuk meningkatkan Animo masyarakat diera globalisasi.

” Aneh ya kok saya diminta uang DSP(bangunan)padahal bangunan sekolah udah bagus,belum lagi SPP,saya tidak berani untuk menyatakan tidak setuju,takut ach,padahal sekolah negeri” keluh salah satu diantara beberapa orang tua murid yang tidak mau disebutkan namanya kepada awak media TFBI.

 

Keluhan orang tua murid yang masih beranggapan abu-abu dengan pungutan anggaran oleh pihak sekolah membuat wakasek kesiswaan keceplosan untuk melarang orang tua murid mengeluh kepada awak media diluar sekolah, karena hampir semua media selalu bermain dengan keluhan masyarakat,sehingga saat konfirmasi berujung ke damai dengan istilah kerenya 86.

Luar biasa awak media difonis  sumbang,bercermin atas diri wakasek kesiswaan Sudrajat Spdi yang dulunya mantan seorang jurnalis.bahkan sempat ucapan polos pun menyusul  dari wakasek humas  menyatakan  bahwa pungutan tersebut atas ijin dari dinas propinsi jawa barat. ( Agus/Eva)