RATUSAN PENDEKAR PSHT NGELURUK DAN KEPUNG KANTOR KEJARI NGASEM DAN PENGADILAN NEGERI KEDIRI

Pendekar PSHT Konvoi di jalan raya menuju pengadilan negeri Kediri

KEDIRI – TFBI

Ingin menunjukkan Jiwa Corsa dan solidaritas terhadap saudaranya seperguruan yang kini sedang tersandung kasus pidana, ratusan pendekar Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) se-Karesidenan Kediri Ngeluruk Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri.

 

Tidak main main disini, jumlah pendekar yang ngeluruk dan ngepung ke dua Institusi tersebut mencapai lebih dari 700 orang.

 

Kuasa Hukum PSHT yang juga pimpinan aksi, M. Akson Nul Huda. SH. MH mengatakan, aksi solidaritas ini ditujukan kepada guru PSHT yang sedang menjalani proses sidang. Karena menurutnya, musibah meninggalnya murid tidak mengandung unsur kesengajaan, dan terjadi pada saat melakukan latihan rutin.

 

“Kita orasi, sebagai bentuk dukungan moril kepada saudara kita yang tertimpa musibah, yang mana agar proses persidangan sesuai hukum dan aturan yang berlaku. Jangan sampai terprovokasi kepada beberapa oknum yang membikin panas suasana,  jikalau sidang diputus tidak sesuai, kami akan kembali membawa masa lagi dalam jumlah yang lebih banyak,  bahkan nanti sampai ribuan kalau sampai tidak adil, kita pastikan Kejari sampai Pengadilan akan menjadi lautan hitam,” ujarnya. Senin (07/08/2017)

 

Ditempat terpisah Kapolres Kediri, AKBP Sumaryono. SIK. SH. MH menegaskan, pihaknya akan mengawal jalannya orasi yang dilakukan PSHT ini, supaya tertib aman dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

 

“300 personel kita siagakan sejak pagi sampai sore, dari Kejaksaan Negeri sampai Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Insyaallah mereka masih dapat kita kendalikan, supaya tidak melakukan tindakan anarkisme,” tuturnya.

 

Setelah melakukan Orasi di Kejari di lanjutkan ke Pengadilan Negeri Kediri. Di Pengadilan Negeri kediri, mereka disambut dengan baik oleh Kepala Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri Setyanto Hermawan. SH.MH,  “Yang jelas nanti saat persidangan, Hakim pasti memutuskan sesuai fakta-fakta di persidangan. Untuk jadwalnya sidang pada hari ini adalah pembelaan,” jelasnya.

 

“Hakim pastinya objektif, kalau memang fakta dan dapat terbukti bersalah maka akan dihukum, serta sebaliknya jika tidak terbukti bersalah maka pasti juga akan dibebaskan,” imbuhnya.

 

Adapun nama tiga Guru Silat yang sedang menghadapi proses hukum itu adalah Khoirudin, (27) dan M. Ageng Hartono (18), keduanya warga Desa Sendang Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri dan Agus Hasanudin Pakih (28) warga Ringinrejo Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri.

 

Menurut kabar yang beredar, jika ketiga guru ini mengaku telah memukul serta menendang korban, VS (15) warga Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri hingga pingsan saat latihan dan akhirnya meninggal dunia, Kamis (5/1/2017) malam.(Rds’08)