RATUSAN WARGA NGELURUK LOKASI GALIAN BACKING DAN CENTENG, CV. ADHI DJOJO KEDIRI KABUR

 

Kediri – TFBI

Melanjutkan pemberitaan sebelumnya tentang  Tambang galian C yang di kelola CV. Adhi Djojo di Parelor Kunjang Kediri meresahkan, Masalah demi masalah bermunculan, permasalahan tersebut terindikasi adanya dugaan pelanggaran hukum.

 

Aksi demo yang di lakukan oleh ratusan warga Dusun Jember dan dusun jabon Desa Parelor Kecamatan Kunjang Kediri pada hari senin, (9/10/2017) di lokasi galian CV. Adhi Djojo maupun CV. Mustaman berjalan aman dan lancar.

 

“Warga kedua desa tersebut mempermasalahkan rusaknya tanaman yang dia tanam dan rusaknya lingkungan hidup, Selain itu warga juga mempertanyakan keluarnya IUP OP dari Gubernur” ujar salah seorang warga berinisial AB (Red).

Aksi warga tersebut dikoordinasi oleh LSM Komite Rakyat Untuk Reformasi dan Demokrasi Kediri, dengan korlapnya Agustiyanto dan Khoirul Anam.

Dalam orasinya mereka menyuarakan penolaan total adanya galian yang katanya Normalisasi kantong lahar gunung kelud dengan area yang sangat luas yakni 20.34 Ha.
Rakyat merasa dibodohi dan tidak merasakan dampak positifnya adanya galian yang sudah berlangsung selama tiga bulan ini.

Suasana aksi demo sempat memanas saat masyarakat memaksa pihak Kepolisian untuk mengeluarkan alat2 dilokasi galian termasuk mesin sedot pasir dan exavator (begho). Karena perundingan berjalan alot maka pihak Kepolisian memenuhi tuntutan warga untuk menghentikan operasional galian.

Pada Aksi ini , peserta mendapat pengawalan ketat dari polres kediri.
Masa sempat tersulut emosi dan berniat mendekati exavator (begho) di lokasi tapi bisa di redam oleh korlap dan aparat Kepolisiaan Resort kediri dibawah pimpinan Kabag Ops. Kompol Irfan dan Kapolsek Kunjang AKP Sulistiyono.

Saat aksi berlangsung, tidak nampak satupun dari perwakilan CV. Adhi Djojo yang ada untuk menemui warga, begitu juga tidak nampak para pengawalnya yang konon oknum dari Tentara dan oknum penegak hukum, sebab seminggu sebelumnya lokasi galian tersebut juga di gerebek oleh anggota Intel Kodam V/Brawijaya untuk mencari oknum Tentara dari Kodim 0819/Pasuruan yang menjadi Backing di lokasi galian.

Karena tidak ada perwakilan dari pihak CV Adhi Djojo maka untuk menghindari adanya amuk masa, Kabag Ops. Polres Kediri menuruti permintaan seluruh masyarakat supaya aktifitas dan operasional galian tambang di hentikan sambil menunggu perjanjian selanjutnya. Sampai berita ini selesai, situasi berlangsung aman (Bersambung). (Rs’08)