RENTENIR MASIH MERANJAH BURUH PABRIK PT VIANA UNGGUL GARMINDO

pabrik di PT VIANA UNGGUL GARMINDO

Sukabumi – TFBI

Kegencaran rentenir makin meraja rela didalam pabriknya itu sendiri,oknum rentenir ternyata dibebaskan oleh pihak managemen pabrik,tidak jarang hampir disemua pabrik rentenir selalu ada dan menjamur, mau jadi apa bangsa kita bila hal ini terus berlarut dibiarkan,kasihan bangsa ini dirusak dan diadu domba oleh bangsanya sendiri.

 

Dari hasil investigasi para awak media tabloid forum bhayangkara indonesia untuk menyikapi maraknya rentenir(lintah darat)didalam pabrik ternyata sangat ironis sekali pihak nanagemen pabrik bagian kepala produksi Jumiati,manager bernama Wandi,kepala keuangan bernama Nina (Zibo),Fitri sebagai HRD merupakan dalang semua ini,sumber uang didapat dari luar pabrik yaitu Yadi dan Neng yang merupakan sepasang suami istri sebagai penyandang dana lintah darat yang dipasarkan dipabrik.

” saya benar-benar tidak tahu kalau karyawan saya terjerat rentenir,mungkin karena saya sibuk sehingga saya tidak dapat memantau keluhan para buruh ” kilah fitri yang kesehariannya sebagai HRD dengan nada gagap,sukabumi (4/8/2017).

 

Rentenir fitri HRD esok harinya memanggil para buruh untuk menanyakan  siapa diantara mereka yang melaporkan hal ini kepada awak media,namun justru bukan menjadi jera fitri malah semakin ketus perlakuannya terhadap karyawanya.

” maaf bu saya ga tau siapa yang melaporkan,tapi memang ibu kan yang meminjamkan uang itu kepada kami,memang kami butuh, tapi kami menyesal dengan bunga yang melilit leher saya ”  keluh karyawan yang tidak mau disebutkan namanya saat diwawancai tfbi.

 

Anehnya buruh pabrik di PT VIANA UNGGUL GARMINDO untuk para buruhnya tidak memiliki BPJS ketenaga kerja,namun kenapa mereka masih mau bekerja dipabrik tersebut,apakah SDM nya yang memang tidak menunjang,yang jelas ada tuntutan kepada buruh dengan lilitan rentenir secara otomatis mereka harus tetap bekerja demi kelunasi hutangnya,namun sampai kapan,lilitan hutangnya tidak akan pernah putus sampai nyawa lepas dikandung badan,kasihan sekali mereka.

 

menurut salah seorang Kepala desa di kecamatan dampit kabupaten sukabumi mengakui bahwa benar dipabrik tersebut marak sekali rentenirnya,namun iip tidak mau ikut campur karena ada kemitraan dengan pabrik tersebut,lalu apakah disnaker,DPRD sukabumi  benar-benar tidak tahu atau memang menutup mata,indonesia sudah merdeka namun hak rakyatnya kenapa belum merdeka selalu dirampas,dianiaya.

salah seorang buruh pabrik yang namanya tidak mau disebutkan,mengatakan, ” Wahai para pejabat yang memangku kewenangan jangan kalian berdiam diri, lihatlah rakyatmu bantulah mereka dan sapu bersihkan seluruh rentenir dimuka bumi ini “, serunya. ( Hasan.Gunadi)