RIBUAN SCOOTER MANIA NGELURUG KOTA KEDIRI

Wali Kota Kediri mas abu,no 2 dari kiri bersama scooter mania

Kediri-TFBI

Dalam dua hari ini sabtu dan minggu jalanan diseluruh kota kediri dipenuhi lalu lalang scooter, tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai puluan ribu.Puluhan ribu scooter mania tersebut berasal  dari seluruh penjuru nusantara bahkan luar negeri yang tumplek blek memenuhi area GOR Jayabaya sejak sabtu (29/7/2017)

 

Para scooter mania tersebut datang dalam rangka ikut memeriahkan hari jadi kota Kediri ke 1138,di antara peserta yang datang ada dari  Kalimantan,Sumatera, Bali, Jakarta, Sulawesi, Bangka, Belitung, Sumbawa.

 

Dalam acara scooter festival ke- 2 kali ini, Wali Kota Kediri, H. Abdullah Abu Bakar, SE atau yang akrab disapa Mas Abu mengikuti rolling thunder bersama dengan scooterist mengelilingi Kota Kediri.Mereka berangkat pukul 10.00 dengan mengendarai berbagai jenis kendaraan vespa. Bahkan sebagian ada juga yang dimodifikasi total.

 

Dalam kesempatan tersebut, tak lupa Mas Abu menyapa para scooterist. “Terima kasih kepada rekan-rekan scooterist seluruh Indonesia atas partisipasinya,” sapanya.

 

Selain menyelenggarakan pameran, rolling thunder dan scooter contest, acara scooter festival ke-2 ini juga diadakan kegiatan memberi santunan kepada 30 anak yatim piatu di Kota Kediri.Dikatakan oleh Mas Abu, bahwa scooterist bukan hanya ajang untuk sekedar bergaya saja namun juga dapat berbagi kepada adik-adik yatim. “Mudah-mudahan ini jadi keberkahan untuk kita semua, ini adalah edukasi bagi kita semua bahwa kita semua bisa berbagi,” pesannya.

 

Mas Abu mengatakan, bahwa ke depan semoga dapat diadakan acara serupa, namun lebih meriah dan lebih baik lagi. Kepada para scooterist, Mas Abu menyampaikan pesan agar selalu guyub rukun dan tertib di jalan.Dalam kesempatan tersebut, Mas abu juga meninjau scooter contest dan membagikan doorprize kepada para scooterist.

 

Tidak ketinggalan juga, acara tersebut juga diramaikan sekitar 80 lapak yang diikuti oleh scooterist seluruh Indonesia yang terdiri dari lapak spare part, kaos dan kuliner. (Rds’08)