SEEKOR BERUANG MADU MASUKI PEMUKIMAN WARGA

Kerinci – TFBI

Masyarakat siulak mukai khususnya Desa Talang tinggi Kecamatan Siulak Mukai rabu pagi sekitar pukul  09:00 WIB dihebohkan dengan kehadiran seekor Beruang hitam yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai beruang madu yang berukuran sebesar orang dewasa dengan taringnya yang kuat dan kukunya yang panjang sangat berpotensi untuk menghabisi musuhnya atau merusak sesuatu yang diinginkannya.

 

Pada malam rabu dini hari malam sebelum beruang madu itu tewas secara tragis di tangan masyarakat kehadirannya telah diketahui dengan kecurigaan salah satu warga Desa Talang Tinggi yang rumahnya dirusak oleh binatang buas tersebut,dan paginya warga desa itu kembali digemparkan dengan penampakan beruang madu di pemukiman mereka yang membuat warga kalang kabut disaat itu,dengan teriakan-teriakan yang bergema sehingga membuat warga lainnya bahkan desa tetangga berdatangan ke tempat asal teriakan dengan penuh penasaran, dengan membawa bentuk senjata dan mengejar beruang tersebut.

menurut salah seorang warga yang melihat secara langsung kejadian itu,” saat dikejar oleh masyarakat beruang madu tersebut melakukan perlawanan sehingga masyarakat harus melumpuhkan bintang buas itu dengan menggunakan tombak dan senjata lainnya”. Ungkap salah seorang warga.

Salah satu anggota dari polsek gunung kerinci yang dipimpin oleh Iptu Yudistira membenarkan kejadian tersebut ” kami mendapat informasi dari salah satu warga melalui handpone bahwa seekor beruang telah menyerang pemukiman warga bahkan sampai merusak rumah mereka,mendengar informasi tersebut kami bergegas mendatangi Tkp dan sesampainya ditempat kejadian kami menemukan binatang tersebut telah tak bernyawa lagi dan kami menduga kejadian ini hanya suatu kebetulan saja karena kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya dan untuk memastikan keamanan warga ungkap anggota polsek ini kami telah melakukan penyisiran disekeliling pemukiman penduduk untuk memastikan keamanan mereka ungkap anggota polsek gunung kerinci”.

Kejadian seperti ini biasanya terjadi karena binatang tersebut nyasar ataupun terpisah dari kelompoknya namun tidak menutup kemunkinan hal ini terjadi dikarenakan binatang tersebut merasa terusik oleh adanya kegiatan penebangan hutan secara liarbdi daerah yang biasanya mereka tempati sehingga mereka berhamburan ke berbagai tempat.

Dari kejadian ini kinerja petugas dari Dinas kehutanan,Tnks dan lainnya yang mempunyai kewenangan dibidang ini diharapkan agar segera turun ke lapangan untuk melakukan surve atau penyisiran ke lokasi hutan yang berdekatan dengan daerah itu untuk memastikan tidak terjadinya penebangan hutan secara liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang dapat merusak kelestarian hutan dan ekosistem yang ada didalamnya.( Domi)