AKTIVIS ANTI KORUPSI SOROTI GUBERNUR BANTEN TERKAT PANGKAS ANGGARAN KESEHATAN

 Serang – TFBI
Pemprov Banten dibawah pimpinan Wahidn halim dan andika kali ini mendapat sorotan dari aktivis anti korupsi.
Sebab,aktivis menilai dan menanyakan perihal komitmen Pemprov Banten untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakatnya.
Uday Suhada seorang aktivis anti korupsi menyoroti terkait pemangkasan anggaran kesehatan“Saya melihat kejanggalan, mengapa anggaran untuk Dinas Kesehatan justru dipangkas,Padahal kita tau bahwa kesehatan adalah salah satu bidang yang menjadi prioritas utama pembangunan manusia,” kata Aliansi Independen Peduli Publik (Alip) Uday Syuhada, Senin (2/10/2017).
Uday menilai ini sangat ironis dengan pemangkasan anggaran tersebut terutama karena kondisi rumah sakit dan pelayanan kesehatan di Banten masih sering dikeluhkan masyarakat. “Karenya Gubernur harus menjelaskan apa alasannya memangkas anggaran di Dinas Kesehatan,” kata Uday.
Diketahui bahwa Pemprov Banten memangkas miliaran rupiah anggaran untuk pelayanan kesehatan. Hal itu terlihat dari perubahan APBD 2017.
Pada RSUD Banten anggaran dipangkas Rp68,8 miliar dari Rp249,3 miliar menjadi Rp180,4 miliar, RSUD Malingping dikurangi Rp6,8 m dari Rp164,1 miliar jadi Rp157,2 miliar, Dinas Ketahanan Pangan dikurangi Rp549 juta dari Rp21,8 miliar menjadi Rp21,3 miliar dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa berkurang Rp4,2 miliar dari Rp18,5 miliar menjadi Rp14,2 miliar.(ahmad suryadi Banten)