DEKRANASDA BELTIM GELAR PELATIHAN MENJAHIT,GUNA MENYONGSONG PERSAINGAN DI DUNIA BISNIS

Beltim – TFBI

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Susi Siswari Yuslih menyambut baik penyelenggaraan Pelatihan Menjahit yang akan diikuti oleh perwakilan kecamatan se-Beltim. Acara tersebut direncanakan akan dilangsungkan selama tiga hari di Ruang Pertemuan Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerkopukm) Beltim, Selasa, (3/10).

 

Hadir dalam pembukaan Pelatihan Menjahit Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Beltim Hartoyo, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Beltim Peris Nainggolan, Instruktur pelatihan menjahit dari konveksi Setia Guna Gantung Parman, dan 15 peserta pelatihan menjahit yang mewakili kecamatan se-Beltim.

 

Susi Siswari Yuslih dalam sambutannya mengatakan pelatihan menjahit merupakan upaya dari Dekranasda Beltim dalam meningkatkan keterampilan dan keahlian khusus dalam bersaing di dunia bisnis maupun dunia kerja.

 

“Keterampilan dan keahlian khusus menjadi modal untuk bersaing baik di dunia bisnis maupun dunia kerja, oleh karena itu, Dekranasda Beltim terus berupaya untuk memberikan bimbingan dan pembinaan bagi masyarakat Beltim agar terus meningkatkan peluang usaha dengan menyelenggarakan pelatihan menjahit,” ujar Susi.

 

Susi yang juga istri Bupati Beltim ini juga menjelaskan tujuan pelatihan menjahit selain menambah keterampilan baru dan membuka peluang usaha menjahit, juga peserta yang dilatih agar bisa bekerja sama dengan sanggar batik dan anyaman.

 

“Tujuan pelaksanaan pelatihan ini adalah selain untuk menambah keterampilan baru dan membuka peluang usaha menjahit bagi masyarakat Beltim juga peserta yang dilatih bisa bekerja sama dengan sanggar batik dan anyaman,” jelasnya.

Sementara itu instruktur Pelatihan Menjahit dari konveksi Setia Guna Gantung Parman mengatakan bahwa nantinya peserta akan diajarkan bagaimana teknik pengukuran, pembuatan pola dari baju maupun celana serta teknik dalam menjahitnya.

 

“Nanti yang akan kita ajarkan kepada peserta yang pertama bagaimana teknik pengukuran, membuat pola, terus menjahit sesuai ukuran yang diminta, misalnya ukuran perempuan maupun ukuran pria,” kata Parman.

 

Pria asli Sukabumi ini juga menjelaskan perkembangan zaman dan fashion menjadikan cara pengukuran pada jaman sekarang berbeda pada jaman dulu. Ia mencontohkan cara pengukuran jaman sekarang ada hitungan-hitungan yang memang berbeda pada jaman dulu.

 

“Cara kita menjahit cara kita mengukur pada jaman dulu lain memang dibandingkan dengan jaman sekarang ini, contohnya kalau pengukuran kalau jaman sekarang ada hitungan-hitungannya yang memang berbeda jika dibandingkan pada jaman dulu,” jelasnya.

 

Disinggung mengenai kendalanya Parman yang telah menggeluti bidang menjahit selama 20 tahun lebih ini menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada kendala dalam melatih peserta selama peserta tersebut memiliki semangat dalam menjalani pelatihan tersebut.

 

“Sebenarnya tidak ada kendala selama peserta ada semangat dalam menjalankan pelatihan ini, kalau yang sudah-sudah kan peserta selalu bilang rumit dan segala macamnya, belum apa-apa udah bertanya dan bilang rumit, padahal kalau dilakukan dengan semangat saya yakin itu tidak telalu rumit dan pasti bisa,” bebernya.(Red)