TAMBANG GALIAN C YANG DIKELOLA CV. ADHI DJOJO DI PARELOR KUNJANG KEDIRI MERESAHKAN MASYARAKAT

Lokasi tambang galian C yang dipermasalahkan masyarakat

 

Kediri – TFBI

Kegiatan pertambangan galian C yang di dilakukan oleh CV. ADHI DJOJO yang sudah beroperasi sekitar 3 bulan di desa Juwet dan Parelor Kunjang Kediri terus mendapat sorotan dari semua pihak, mulai dari LSM pemerhati lingkungan, Warga sekitar lokasi galian yang langsung terdampak, dan para pengguna jalan umum yang lewat didepan lokasi galian.

 

Selain itu para aktivis dan Pemerhati lingkungan juga mempertanyakan prosedur sampai keluarnya IUP OP tersebut, sebab kalau kita telisik ke belakang lokasi galian tersebut dulunya merupakan kantong lahar gunung kelut, karena sudah tidak berfungsi lagi maka oleh masyarakat ditanami segala macam tanaman termasuk padi dan palawija karena lahannya sangat subur.

 

Seiring berjalannya waktu, lahan tersebut sekarang berada di bawah pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang berkantor pusat diwiyung Surabaya. Entah siapa yang mulai melakukan penggalian ilegal tanah negara tersebut sampai sekarang bisa keluar surat keputusan dari Pemerintah Propinsi jawa timur dengan nomer : P2T/61/15.02/VII/2017 . Kode IUP OP : 22 35 06 5 40 2015 004 IUP OP, yang konon katanya, Pihak Pengusaha sampai harus mengeluarkan kocek Milyaran Rupiah.

Ketua Asosiasi penambang tradisional kediri Agustyanto saat aksi di pemkab Kediri

Menurut Ketua Asosiasi Penambang Tradisional Kediri Agustyanto saat melakukan aksi unjuk rasa di kantor Pemkab Kediri beberapa hari yang lalu mengatakan, bahwa di wilayah kediri sudah ada sekitar 49 rekomendasi yang di keluarkan oleh Pemerintah dan yang sudah turun IUO OP nya ada lima perusahaan.

 

Ditempat yang berbeda Sekretaris CV. Adhi Djojo “Dedi Slamet Riyadi” atau Slamet saat dimintai konfirmasi Via telp mengatakan, bahwa M. Khabibi (bibit) direktur dan M.Kuseini (kusen) wakil direktur yang memiliki CV. Adhi Djojo juga ikut kerja di lokasi galian tambang, sedangkan dia sendiri (dedi Slamet Riyadi/ slamet) Sekretaris tidak terlibat kerja langsung di tambang. Slamet juga menuturkan bahwa sampai tambang beroperasi selama tiga bulan ini dia belum pernah di beri keuntungan sama sekali, karena menurut dia CV. Adhi Djojo saat itu di pinjam untuk mengajukan perijinan.
Jadi yang mengendalikan pertambangan tersebut adalah orang lain yang punya dana atau yang punya modal.

 

Saat awak media mendatangi kantor CV. Adhi Djojo di Gudo Jombang beberapa hari yang lalu untuk minta konfirmasi pada pendana “Ismiarso” lagi tidak ada di tempat, media
ditemui oleh beberapa karyawan diantaranya Wiwit, Niam, Kusen, Tris. Semua bilang kalau Pak IS tidak ada di kantor karena lagi pulang untuk persiapan anaknya menikah.

tiap hari ratusan dump truk keluar masuk galian di kunjang Kediri

Ada salah satu orang yang nyelentuk bahwa di CV. Adhi Djojo ada perombakan managemen baru dan sebagai managernya Winarno.
Dipundak Winarno inilah keberlangsungan perusahaan berada.

 

Hasil pengumpulan data dan investigasi awak media TFBI di peroleh informasi, bahwa menurut para karyawan kalau Winarno adalah oknum anggota TNI dari Kodim 0819/Pasuruan dengan pangkat Sersan Mayor (Serma) aktip yang sudah lama malang melintang di dunia tambang galian C.

 

Di tempat terpisah yakni di lokasi galian sudah menyebar kabar bahwa manager barunya adalah seorang oknum anggota Tentara masih aktip yang bernama Winarno.

 

Kasak kusuk miring mulai bermunculan bahwa dia sudah berani memecat Tris seorang karyawan lama yang ikut mulai mengawali pembukaan galian dan yang bisa mengkondisikan dengan semua lapisan masyarakat, mbah robert serta pekerja pribumi lainnya.

 

Dengan kasus pemecatan yang di lakukan semena mena dan sepihak tersebut sempat terjadi kesalah pahaman dengan Tris (pekerja lama).
Menurut pengakuan Tris pada media, bahwa dia pernah dibentak bentak didalam kantor dan mau di kaplok (Pukul,red) oleh Winarno dengan disaksikan banyak karyawan lainnya. Karena merasa sudah tua Tris tidak meladeni arogansi Winarno.

 

Adanya tindakan oknum tentara yang dianggap arogansi tersebut langsung menyebar kemana mana, para pekerja di galian sudah ada rencana untuk melakukan demo minta penutupan galian, untung saja niatnya dapat di kendalikan. Sampai dengan saat ini operasional galian masih berlangsung.. “Bersambung” (Rd’08).