TIDAK MENDAPATKAN REKOMENDASI DARI CAMAT, TIGA PERANGKAT DESA DI KEDIRI DIPECAT

Balai desa Rembang Kepuh Ngadiluwih Kediri

Kediri – TFBI

Suhu Politik di desa Rembang Kepuh kecamatan Ngadiluwih Kediri sedikit memanas, pasalnya tiga orang perangkat desanya yang sudah di lantik dan bekerja selama dua setengah tahun di pecat oleh Pj. Kadesnya sendiri Slamet Rahmadi. Saat penyerahan SK pemecatan tampak hadir Camat Ngadiluwih Agus Cahyono, Babinsa dan Babinkamtibmas yang laksanakan di balai desa setempat pada hari senin , (18/9/2017).

Slamet Rahmadi yang menjabat Pj.Kades Rembang Kepuh juga merangkap sebagai Kasi Trantib Kecamatan Ngadiluwih.

Dengan pencabutan SK pemberhentian tersebut, maka ketiga perangkat desa harus melepaskan jabatannya.

Ketiga perangkat desa ini adalah Prayugo Daya Septian, menjabat Kasun Rembang Kepuh, Andi Kurniawan menjabat Kasun Tawangrejo dan Eka Fitri Rahmita, Kepala Urusan Pemerintahan (Kaurpem) Desa Rembang kepuh.

Perangkat Desa yang dipecat, lagi kumpul didepan Balai Desa Rembang Kepuh

Menurut Camat Ngadiluwih Agus Cahyono pada mediaTFBI, ketiga perangkat desa tersebut dilantik sebagai perangkat desa tanpa mendapat rekomendasi dari camat saat itu (Lalu adi kusuma. red). Selain cacat hukum, Kepala Desa Rembang Kepuh sebelumnya yaitu Solikin juga telah diberhentikan dengan tidak terhormat.

“Masalah pencopotan perangkat Rembang Kepuh kami hanya melaksanakan sesuai petunjuk dari Kabupaten, Sebab sudah ada keputusan PTTUN yang mempunyai kekuatan hukum tetap (Incrah) kepada Kades Solikin. Bulan Agustus 2017 kami dapat surat dari Pemkab Kediri yang menguatkan pemberhentian Kades Solikin dan sekaligus melaksanakan pencabutan SK perangkat desa yang dilantik tanpa rekomendasi pak Camat,” jelas Agus Cahyono.

Masih menurut Agus Cahyono, saat menjabat Kades, Solikin melantik perangkat desa pada 17 Desember 2015 lalu. Ada lima orang yang dilantik. Dua orang dinyatakan sesuai prosedur, tetapi tiga lainnya dianggap cacat hukum, karena tidak memperoleh rekomendasi dari camat (Lalu adi kusuma, red)

“Berdasarkan surat itu, kami menindak lanjuti dengan pencabutan SK ketiganya. Kami sudah koordinasi dengan BPD. Kami juga sudah sosialisasi kepada perangkat yang SK-nya dicabut. Hari ini senen, (18/9/2017) jam 08.30 dilakukan penyerahan SK pencabutan tersebut,” jelasnya.

Masih menurut Agus Cahyono, pada hari Kamis kemarin pihaknya mengundang ketiga perangkat desa yang diberhentikan ke Kantor Kecamatan. Dia menjelaskan perihal rencanya penyerahan SK pencabutan. Awalnya, SK akan diserahkan ke Kantor Kecamatan Ngadiluwih, tetapi karena ketiganya minta di balai desa, akhirnya hari ini dilaksanakan di balai desa.

Ditempat terpisah, saat ditemui di depan Balai Desa Rembang Kepuh, ketiga perangkat desa yang dicopot terlihat bingung bahkan, satu diantaranya sampai menangis. Mereka tidak menyangka akhirnya harus kembali sebagai masyarakat biasa padahal sudah menerima Siltap juga. Tetapi baru dua setengah tahun bekerja, sudah diberhentian.

Mewakili dua temennya yang juga di copot, Andi Kurniawan mengaku masih berfikir untuk menempuh jalur hukum atau tidak, karena sewaktu mengikuti proses seleksi awal sampai akhir sudah sesuai prosedur dan dinyatakan lulus test mulai tulis dan wawancara, bahkan mendapatkan undangan pelantikan dari panitia rekrutmen perangkat desa.

Untuk diketahui, Solikin resmi diberhentikan secara tidak hormat oleh Pemerintah Kabupaten Kediri, setelah gugatan yang diajukan ke PTUN ditolak. Solikin dianggap melakukan kesalahan dengan melantik perangkat desa tanpa rekomendasi camat. Sampai berita ini di turunkan masyarakat masih berkumpul di sekitar balai desa (Bersambung). (Rds’08)