KEDIRI JADI SASARAN EMPUK BUAT PEREDARAN NARKOBA JENIS PIL DOUBLE LL

Para tersangka dan barang bukti yang berhasil di garuk Polres Kediri

KEDIRI – TFBI.

Meskipun pihak Kepolisian Kediri sudah menyatakan perang dan perang terhadap Narkoba, namun masih saja para Bandar dan pengedarnya tidak Ciut nyalinya melakukan bisnis haram tersebut di wilayah kediri, Hal tersebut dapat dilihat dari seringnya keberhasilan jajaran polres kediri mengungkap jaringannya.

 

Kali ini, lima pengedar narkoba jenis Pil Doubel LL, berhasil digaruk Polres Kediri ditempat yang berbeda-beda, Para pelaku ditangkap saat berada di tempat tinggalnya masing-masing dan kini mereka terancam hukuman 12 tahun penjara. Keberhasilan kepolisian ini berkat laporan dari masyarakat.

 

Kelima pengedar itu diantaranya Nur Hidayat Alias Geno bin Alm Sunardi (35) warga Dusun Jeruk Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem Kediri, Anang Andri Pribadi Alias Boneng bin Sugito (25) yang berstatus karyawan pabrik pakan ternak Warga Dusun Wangkalan Desa Tengger Lor Kecamatan Kunjang Kediri.

 

Kemudian Pujianto Alias Jibrat bin Kasemen (23) warga Dusun Kalianyar Desa Ringin Pitu Kecamatan Plemahan Kediri, Laduni Robiutsani Alias Kecik (17) pelajar asal Dusun Kuwik Desa Kuwik Kecamatan Kunjang Kediri serta Arif Wibowo Teguh Santoso (18) warga Dusun Wangkalan Desa Tengger Lor Kecamatan Kunjang Kediri.

 

Untuk Nurhidayat tertangkap dengan barang bukti Pil Duobel LL Sebanyak 181 butir, 1 buah Hp merek Nexcom, kemudian untuk Anang Andri Pribadi dengan barang bukti 8 butir Pil Doubel Ll, 1 buah Hp merek Semartfren, sedangkan Pujianto dengan barang bukti 1,114 butir Pil Doubel LL, 1 buah Hp merek Xiomi.

 

Sementara untuk Laduni ditangkap saat berada di Dusun Prayungan Desa Kuwik dengan barang bukti 6 butir Pil Doubel LL dan terakhir yakni Arif Wibowo kita tangkap juga saat berada di rumahnya dengan barang bukti 52 Pil Doubel Ll,1 buah Hp merek Smartfren

 

Hal ini disampaikan Kasubag Humas Polres Kediri AKP Muklason, dan kini seluruh pelaku telah ditahan dan dijerat dengan Pasal 197 Sub 196 UU RI No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan Ancaman Hukuman maksimal 12 tahun Penjara.

 

Sampai detik ini “Untuk proses pengembangan, masih kita lakukan pemeriksaan secara intensif kepada seluruh pelaku, dan tindakan yang dilakukan menyimpan dan mengedarkan,”jelas AKP Muklason Kepada awak media, Kamis (10/08/2017). (Rds’08)