PELAKU PENIPUAN BEBAS BERKELIARAN DALAM MASA JALANI SIDANG

Jakarta – TFBI
Pelaku penipuan modus bisnis tas mewah merk HERMES inisial FK perempuan berusia 43 tahun yang menipu korban bernama ibu F sebesar 5 M, bebas berkeliaran saat dalam jalani proses persidangan atas kasus yang dilimpahkan kepolisian polda metro jaya ke kejaksaan tinggi (KEJATI) daerah khusus ibu kota jakarta pada bln april 2017, dengan terbukti melanggar pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP jo pasal 64KUHP

 

FK pelaku penipuan milyaran rupiah yang semestinya dalam jalani proses selama persidangan yang dilakukan oleh kejaksaan tinggi (KAJATI) jakarta, berada dalam kurungan sel tahanan,ini justru bisa bebas berada diluar sel tahanan

 

Dalam kesempatan sidang , selasa (17/10/ 2017) di pengadilan negeri jakarta barat siang pukul 12’00 wib, sidang yang diagendakan pagi pukul 10,diundur pukul 12 siang.

 

Dalam ruang sidang hadir tersangka FK beserta korban ibu F ,juga saksi ahli yang sudah siap jalani sidang,Namun diluar dugaan hakim menunda sidang dikarenakan ada salah satu hakim anggota yang tidak hadir, yang mengakibatkan sidang di undur selasa depan tanggal 24 oktober 2017.

 

Dalam kesempatan media mewawancarai kuasa hukum tersangka FK,dipertanyakan soal alasan pelaku penipuan milyaran rupiah bisa bebas berkeliaran diluar tahanan,kuasa hukum pelaku penipuan Irwan MAnurung mengatakan, ” kliennya bisa bebas tidak dalam tahanan atas penangguhan dari hakim yang menangani sidang,bukan penangguhan dari kuasa hukum tersangka, ” ucapnya.

 

Sementara korban F hanya bisa berharap mendapat keadilan terhadap musibah yang menimpa dirinya, juga teman-temannya yang jadi korban penipuan yang dilakukan oleh FK.

 

Modus yang dilakukan oleh pelaku merayu korban agar mau bisnis, jual beli tas mewah merk HERMES dengan system inves modal, korban antara sadar dan tidak menurut saja saat diminta uang buat inves Dengan diyakinkan korban diberi giro, pada saat giro akan di kliring oleh korban,giro tersebut tidak dapat di kliring karena pelaku membuat laporan kehilangan kepada bank bahwa gironya hilang sebelum korban mengkliring gironya. (Galang/Korlip)