PERKELAHIAN BERUJUNG MAUT, DIDUGA AKIBAT BEREBUT MAU MENYANYI

Kota Tangerang – TFBI

Sebuah tempat hiburan kembali menelan korban, kali ini korbannya dua kelompok pemuda yang sedang terlibat perkelahian tidak seimbang, hal tersebut terjadi di duga karena berebut ingin menyanyikan lagu kesukaannya masing-masing.

Kejadiannya tepat di dalam cafe ISABELA, yang terletak di jalan raya perancis rt004/008 kel. benda kec benda kota tangerang, selasa (27/09/2017).

Menurut keterangan salah seorang pengunjung yang enggan di sebutkan namanya, ” antara korban dan pelaku tidak saling mengenal, dan mereka sama-sama minum di dalam kafe,”ucapnya.

” kemudian awal terjadinya percekcokan,karena berebut seorang pemandu lagu,berinisial (R)menurut aturan di dalam cafe tersebut,pengunjung boleh menyanyikan hingga dua lagu,dan bergantian ,” ditambahkannya, ” karena itulah pelaku tidak terima, dan terus marah kepada korban,dan memukuli korban bersama dua teman korban dengan menggunakan botol bekas isi minuman,bahkan salah seorang pelaku menusuk pinggang sebelah kiri korban dengan belati yang mengakibatkan meninggal dunia, ” ucap salah seorang pengunjun bernama Ana Rusmana

Sementara itu, dua rekan korban yang sedang sekarat bernama Royanih alias Roy dan Kamsari alias Bongkeng, sedangkan pelaku yang belakangan di ketahui identitasnya adalah sebagai berikut :  A (24 tahun), MA (21tahun), MJ (20tahun), AN (32tahun), T (25tahun), SAA(36tahun).

Polres metro tangerang usai mendapat laporan kejadian tersebut,langsung mendatangi lokasi kejadian,dan mengamankan barang bukti yang digunakan para pelaku untuk menghabisi korban, berkat informasi yang diberikan para pengunjung yang ada di sana,pelaku dapat segera di amankan, beserta barang bukti yang di gunakan menganiaya para korban.

ketika awak media konfirmasi kepada Kombes Pol.harry kurniawan,s.ik.MH.selaku kapolres metro tangerang kota, Kapolres membenar kan kejadian tersebut, ” kini para pelaku berjumlah enam orang telah di amankan beserta barang bukti,dan pelaku di jerat dengan pasal 170 ayat(2)3, tentang pengeroyokan dengan ancaman penjara paling lama 12 tahun penjara, ” ucapnya kepada media. ( Sabar Manahan)